Hai hai
Perkenalkan saya Cynthia Cahyani *udah tau* biasa dipanggil Cynthia, Tia, Cyn, Umma, Unnie, apalah terserah kalian asal gak bikin sakit hati. Saya saat ini duduk di kelas IX tepatnya di kelas IX-6 di SMPN 179 Jakarta.
Mau sedikit cerita juga sih. Kata teman teman, saya itu orang yang emosional, bawel, ada yang bilang juga egois, tapi tentunya tidak semua hal buruk ada di diri saya #eaak, saya juga punya sisi baik juga keles. Ini blog baru saya, sebenarnya saya punya blog lain selain ini tapi udah lama gak dipake jadi gak usah di buka-_-v
Saya biasa pulang bareng Hikmah, Savira, Vera, Stephanie, dan kadang sama Citra juga *gak nanya*. Karena disini label khusus tentang saya, jadi saya akan ceritakan apa saja tentang saya.
Saya punya sahabat dirumah, ada 3+saya jadi 4. Kurang lebih bersahabat udah 4 tahun lebih. Banyak kejadian yang terjadi selama bersama mereka, dan kecerobohan, ke egoisan kami yang menjadikan kami pribadi yang lebih dewasa dari sebelumnya. Ada lagi juga sahabat di sekolah yang kurang lebih 9 tahunan bersama, tapi selama di SMP saya gak pernah sekelas sama ini orang, maaf saya gak mau sebut merk *plakk. Dia ini juga kadang-kadang bikin kesel, wajar lah, manusiawi bro!
Oke sekarang kita bahas kelas saya, IX-6. Bisa dibilang ini kelas berisik banget, tak heran beberapa guru pasti jengkel dengan kelas ini. Saya juga bingung mengapa banyak anak malas di kelas ini?--" udah deh ini aja cukup.
Oh iya! saya lahir tanggal 21 Oktober 1998 yang mau ngasih hadiah boleh kok, wkwk. Saya suka warna biru muda karena warna itu lembut, dan berharap hati saya juga bisa lembut #apa ini. Suka banget sama kucing, apa lagi yang persia, tapi sayangnya dirumah gak boleh melihara kucing, yaudah lah ya, biarin aja demi kesehatan juga. Saya juga tertarik dalam vocal, hoho. Cita cita pengennya jadi dokter, mudah mudahan tercapai, ayo reader amin juga ya! hehe. Islam nah ini agama saya, lagi belajar dakwah juga nih saya.
Pesan saya untuk para reader, tetap semangat ya menjalani segala urusan, harus ikhlas, termasuk baca blog saya juga harus ikhlas dan sabar. Semoga semuanya sukses, menjadi yang baik dari yang terbaik, yaa pokoknya yang baik deh. Jangan mengeluh! tapi harus bertindak. Sekian.
Korean Chingu
About me and Korean here! ^^
Senin, 27 Januari 2014
Menurut saya
Untuk membuat fanfiction itu sebenarnya mudah, hanya di perlukan imajinasi yang tinggi. Jujur saja, saya membuat fanfiction itu hanya sekedar mengembangkan imajinasi saya *plakk. Saya juga menerima request ff yang genrenya bisa di tentukan sendiri. Terkadang saya juga sedikit kesulitan jika sudah sampai di akhir paragraf, karena saya bingung harus bagaimana mengakhiri ceritanya, supaya tidak dibilang "gantung ceritanya".
Fanfiction itu sebenarnya bisa di artikan sebagai cerpen. Mengapa? karena strukturnya memang sama saja dengan cerpen, mulai dari pembukaan sampai peredaan, tentunya ada konflik juga. Bedanya fanfiction dengan cerpen itu mungkin terletak pada castnya (tokoh), lalu logis-nya, karena saya pernah menemukan fanfiction teman saya yang tidak logis.
Sejauh ini sudah ada beberapa karya saya dan tidak semua saya post di blog ini. Banyak hal yang bisa saya pelajari dalam menulis karya ini, mengubah kata yang tidak baku menjadi baku, membuat perumpamaan yang cukup sulit juga karena saya bisa di bilang sebagai pemula. Saya terus melakukan koreksi pada FF saya agar enak dibaca untuk para reader. Hal ini yang membuat saya lama dalam membuat FF. Saya tidak bisa menyunting karya hanya 1x, pasti 2 atau 3x baru bisa saya post. Jadi mohon maklum ya jika masih berantakan bahasanya.
Fanfiction itu sebenarnya bisa di artikan sebagai cerpen. Mengapa? karena strukturnya memang sama saja dengan cerpen, mulai dari pembukaan sampai peredaan, tentunya ada konflik juga. Bedanya fanfiction dengan cerpen itu mungkin terletak pada castnya (tokoh), lalu logis-nya, karena saya pernah menemukan fanfiction teman saya yang tidak logis.
Sejauh ini sudah ada beberapa karya saya dan tidak semua saya post di blog ini. Banyak hal yang bisa saya pelajari dalam menulis karya ini, mengubah kata yang tidak baku menjadi baku, membuat perumpamaan yang cukup sulit juga karena saya bisa di bilang sebagai pemula. Saya terus melakukan koreksi pada FF saya agar enak dibaca untuk para reader. Hal ini yang membuat saya lama dalam membuat FF. Saya tidak bisa menyunting karya hanya 1x, pasti 2 atau 3x baru bisa saya post. Jadi mohon maklum ya jika masih berantakan bahasanya.
My Boyfriend is…
Genre : fun, AU
Length : one shoot
Cast :
Menyukai 2 orang laki – laki memang masuk akal untuk seorang wanita, tapi jika menjadikan 2 orang itu sebagai kekasih sekaligus apakah wajar untuk seorang wanita? Oia! Dalam percakapan ini, anggep aja mereka berbahasa china, soalnya author males ngartiin bahasanya -_-v
Terlihat seorang gadis cantik berjalan menuruni tangga rumahnya, kali ini dia mengenakan kemeja merah dengan celana jeans disertai sepatu highheels merahnya membuat penampilannya tampak beda dari biasanya.
“Ri rin, kau sudah menyiapkan semua barang – barangmu?”
“Sudah”
“Kau yakin tidak ada yang tertinggal?”
“Tidak Eomma sayaang”
Dahi Ri rin sudah tampak mengkerut, pertanda bahwa dirinya sudah bosan dan lelah membawa koper besar dari kamarnya.
“Baiklah, kajja kita pergi ke bandara, appa mu sudah menunggu di Seoul,”
“Eomma, berapa lama kita tinggal di sana?”
“Mungkin kita akan menetap disana chagi,”
“Mwo??! Lalu bagaimana dengan kuliahku?”
“Kau akan kuliah di sana”
“Hhh..”
Ri rin meninggalkan rumahnya dengan langkah yang berat, sesekali dia melirik ke tangga rumahnya dan bergumam dalam hati ‘andai aku bisa membawa rumah ini ke Seoul’. *bawa aja kalo bisa :p
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan di pesawat, akhirnya Ri rin tiba di bandara Incheon. Kesan pertama yang dia dapat di Negara yang baru pertama kali dijamahnnya adalah “Disini sejuk”. Meskipun Appa Ri rin adalah warga asli Korea Selatan, tetapi sejak kecil dia tidak pernah mendatangi Negara tempat Appanya tinggal. Ri rin menghirup udara sekitar dan menghembuskannya dengan sebuah senyuman. Eomma merasa bahwa anak tunggalnya itu akan merasa senang tinggal disini, karena disini tidak terlalu dingin seperti di China.
Terlihat sebuah tangan melambai dari pintu masuk, sepertinya itu asisten Appa. Ri rin segera menghampiri orang tersebut dan meninggalkan Eomma-nya berjalan sendirian *kesian amat*. Yap, benar, itu adalah asisten Appa Ri rin yang ditugaskan untuk menjemput anak dan istrinya yang baru tiba dari China.
“izinkan saya yang membawa barang anda”
Ri rin memberikan koper besarnya dan juga sebuah tas kecil yang berisi kosmetik. Nampaknya wajah asisten itu berubah menjadi sedikit aneh *keberatan mungkin ye*. Ri rin hanya tertawa kecil melihat asisten Appanya itu. Eomma hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Mereka mulai memasuki mobil mewah, dan pergi ke rumah barunya di Seoul. Sepanjang jalan, Ri rin hanya memandangi gedung gedung yang menjulang tinggi di Seoul serta Mall besar yang ada di sekitar jalan itu *norak ye #digampar novita.
“Eomma, aku akan kuliah di mana?”
“Tentu saja di kampus”
“-_- maksudku nama Universitasnya”
“hmm.. mungkin di Universitas xxxxx” #kode dirahasiakan, hanya author yg tau (?)
“apakan itu bagus?”
“tentu saja, kau akan mendapatkan teman yang baik dan cerdas disana”
“apakah eomma yakin dan bisa menjamin kebahagiaan untukku?”
“hm.. eomma yakin dan eomma jamin kau akan bahagia disini”
“baiklah”
“Annyeong..”
Seorang wanita menghampirinya, duduk di sampinya dengan senyuman yang terpasang manis di wajahnya. Ri rin membalas senyumannya dan berharap wanita ini akan menjadi teman pertamanya di kampus.
“Annyeong J”
“Boleh aku tau siapa namamu?”
“aku? Park Ri rin”
“ooh.. kkk~ lucu ya, kau warga China tapi namamu bermarga Korea”
“hmm.. Appa ku adalah warga asli korea selatan, jadi namaku menggunakan marga Korea”
“ooh jeosonghamnida, aku tidak tau”
“ne, gwe-gwen-gwenchanaeyo”
“kkk~ tidak usah dipaksakan jika kau belum lancer menggunakan aksen korea, aku akan menyesuaikan bahasamu”
“tapi, aksen China-mu bagus”
“hohoho, aku kan belajar”
“tunggu dulu, namamu siapa? Dari tadi kita berbincang tapi aku tidak tau namamu”
“Song Seun In”
“aku bisa memanggilmu Seun in?”
“ya tentu, hey!!!”
Seun in memanggil seorang laki – laki tampan yang membuat pipi Ri rin semakin memerah ketika dihampiri lelaki itu.
“mwoya?”
“kenalkan, ini mahasiswa baru disini, namanya Park Ri rin”
“oh ne, Annyeong Ri rin, aku Minhyuk”
Minhyuk mengulurkan tangan kanannya dan berharap Ri rin membalasnya. Ri rin mencoba menatap mata lelaki itu, dia tersenyum, Ri rin pun memberikan senyuman termanisnya pada lelaki ini, dan menjabat tangannya. Tangannya yang halus seperti kain sutra (?) wajahnya yang tampan, membuat Ri rin terpesona pada lelaki itu.
“annyeong, Ri rin imnida”
Mereka saling menatap mata tanpa melepas jabatannya, sampai..
“ehm,”
Deheman Seun in membuat jabatan mereka terlepas *rusuh dah*. Seun in tertawa terbahak bahak disana. Minhyuk hanya menggaruk belakang lehernya meskipun tidak terasa gatal, dia hanya merasakan rasa malu yang tak tertahankan. Begitupun dengan Ri rin, dia hanya tertawa kecil melihat Seun in.
“matamu sipit sekali ya? Sama sepertiku”
“hehee.. memang kau ada keturunan Chinese?”
“tidak, hehe”
“huh kupikir ada”
Seun in melihat Minhyuk dan Ri rin berbincang merasa bahwa dirinya akan mengganggu kedekatan mereka saat ini.
“umm.. Minhyuk-ssi, Ri rin-ah aku pergi dulu ne, Donghae sudah menungguku di kantin, paii”
“oh baiklah”
Minhyuk duduk di samping Ri rin, dan bertanya tanya seputar kehidupan Ri rin.
“kenapa kau pindah ke korea?”
“Appa-ku kan kerja disini, nah aku dan ibuku diminta tinggal disini juga, sebenarnya aku juga tidak mau sih meninggalkan rumahku yang di China, terlalu banyak kenangan indah disana, dan juga..” Ri rin melanjutkan terus ceritanya.
Sementara Ri rin bercerita, Minhyuk hanya memandangi wajah cantik Ri rin yang membuatnya terpikat dan menginginkan Ri rin menjadi yeojachingunya. Apa daya, tak ada nyali untuk mengatakan persoalan itu. Ri rin yang menyadari bahwa sedari tadi Minhyuk hanya memperhatikannya pun bertanya,
“kau itu mendengarkan ceritaku atau tidak”
“aku menyukaimu”
“mwo?!”
Jawaban Minhyuk yang SANGAT MENYIMPANG dari pertanyaannya membuat mata Ri rin terbelalak. Sejak kapan Minhyuk menyukainya? Bukankah dia baru mengenal Ri rin?
“mianhae, aku memang menyukaimu sejak pertama aku melihat matamu”
“memangnya dimataku ada apa?” #ada bintang laut
“molla, aku tiba tiba menyukaimu”
“lalu kau mau apa?”
“hmm.. kau menyukaiku tidak?”
“aish.. pertanyaan macam apa ini”
Ri rin mulai mengalihkan sedikit wajahnya yang memerah, dan berharap Minhyuk memahami apa yang dia rasa.
“hey katakan saja, kau menyukaiku kan?”
“jika iya kenapa? Jika tidak kenapa?”
“um.. jika iya, mau kah kau menjadi yeojachinguku?”
“mwo??”
“apakah aku harus mengulanginya menggunakan speaker di kantor?”
“anioo!!”
“baik, kalau begitu jawablah J”
Ri rin berfikir sejenak, Minhyuk adalah orang kedua yang baru dikenalnya di kampus ini, tapi Ri rin juga tidak bisa membohongi prasaannya. Dia juga menginginkan Minhyuk menjadi namjachingunya.
“ne”
“apaan ne. jawablah dengan sungguh sungguh”
“lalu bagaimana aku harus mengucapkannya”
“kau pikirkan sendiri”
“hmm.. aku mau”
“yess!!!”
Minhyuk melompat lompat kegirangan di hadapan Ri rin. Ri rin tertawa melihat kelakuan namjachingu barunya itu. Dan mulai sejak itu mereka sering kencan malam bersama.
Malam ini Ri rin pergi makan malam diluar, karena eomma dan appanya sedang pergi keluar kota. Ri rin tergesa gesa pergi ke kedai Ramen langganannya itu, dia takut ramen disana sudah habis diserbu ramen lovers (?). Untunglah sesampainya disana ramen masih tersedia untukknya.
“Annyeong Ri rin-ah”
“annyeong, aku pesan ramen specialnya 1 ya”
“siap! Dimana Minhyuk?”
“hari ini dia kuliah malam”
“ooh begitu ya”
Sembari menunggu ramen, Ri rin memperhatikan sekitarnya, begitu ramai pelanggan disini.
“noona, apa tidak ada tempat duduk kosong disini? Jika sudah penuh, ramenku dibungkus saja”
“hmm.. ada kok, di pojok sana”
Noona itu menunjuk sebuah meja dengan 2 kursi, dan 1 kursinya sudah ditempati seorang laki laki yang tak asing dimatanya.
“tapi disana sudah ada yang menempatinya noona, apa boleh aku duduk di hadapannya?”
“tentu saja cantik, kau boleh duduk disana, dia tidak akan memarahi wanita cantik sepertimu”
“aish.. baiklah”
“ini ramenmu”
“gomawo”
“cheonmann, taruh saja uangnya di bawah mangkukmu ya, seperti biasa”
“ne”
Ri rin pergi menduduki bangku kosong itu (?). Dan memakan ramennya dengan lahap. Tiba-tiba pria itu tertawa kecil dihadapannya. Sambil mengunyah ramen itu Ri rin bertanya,
“wae?”
“anio, anio, hanya saja cara makanmu lucu”
“hm? Kenapa?”
“kau cantik, tapi lihat ini”
Pria itu mengambil tissue dan mengelap pinggir bibir Ri rin yang penuh dengan kuah ramen. Ri rin terkejut dan kemudian menatap pria itu. Dan ternyata dia adalah..
“kau bukannya Jong.. hmm.. jong.. jong siapa??”
“jonghyun..”
“ah ne!! itu maksudku”
“hahaha dasaar”
Jonghyun menjitak kecil dahi Ri rin, “aduuh” tapi Ri rin terus melanjutkan memakan makanannya, dan itu membuat Jonghyun tertawa geli melihatnya. Entah apa yang ada di benak Jonghyun, dia selalu nyaman berada di dekat teman wanitannya ini. Jonghyun memandang wajah Ri rin lebih dalam, dan akhirnya itu pun disadari oleh Ri rin.
“yak! Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“hmm.. kau cantik, hihi”
“aish..”
“memang benar kok, jika kau tak percaya kau bisa bertanya pada seluruh mahasiswa di kampus, atau perlu aku tanyakan pada seluruh pelanggan disini?”
“ets jangaaan, baiklah aku percaya, tapi semua orang bilang mataku terlalu sipit untuk wanita korea”
“kau jangan dengarkan kata orang, kau memang sipit, tapi kau tetap cantik”
“sudah2..”
Ri rin tak bisa menahan senyuman di bibirnya, dia tampak malu atas perlakuan Jonghyun padanya. Usai memakan makanannya dia langsung pulang.
“paii jong oppa”
“mwo??! Oppa?!! Awas kau Ri rin!!”
“weee :p”
Ri rin berjalan dari perempatan kedai itu ke rumahnya, jaraknya tidak terlalu jauh jika melewati jalan pintas. Memang jalan pintas itu cukup menyeramkan, membuat bulu kuduk di tubuh Ri rin ikut berdiri. Tiba-tiba ada sekumpulan preman mabuk yang mendekatinya, Ri rin mempercepat langkahnya. Tapi preman – preman itu menjegat dan menggoda Ri rin.
“gadis cantik, malam – malam sendirian, gak takut apa” preman itu mencolek dagu Ri rin
“Cih! Minggir! Aku mau pulang!” Ri rin berusaha lari dari kerumunan preman preman itu
“ets, cantik – cantik galak bener, jangan gitu lah, ada uang gak?”
“ani!!”
“jangan bohong!!”
Salah satu preman itu mengarahkan senjata tajam ke leher Ri rin, dan berhasil membuat Ri rin ketakutan. Ri rin berusaha mencari cara untuk keluar dari kerumunan preman itu, namun tidak ada celah sedikitpun untuk kabur. Ri rin ingin mengubungi Minhyuk agar segera menolongnya, tapi tiba – tiba..
BUUGH!!
Sebuah pukulan mendarat di wajah salah satu preman itu.
BUUGH!! BUGH!! BUUGH!!
“untuk apa kalian menggoda wanita, lebih baik kalian pergi atau kalian akan habis disini”
Kedatangan pria itu membuat Ri rin merasa lega, dengan tampang kesal preman itu pergi. Ri rin mendekati pria tersebut, mencoba melihat wajahnya yang tertutup topi. Pria itupun melepaskan topinya.
“Jonghyun?” kata Ri rin tak percaya dan langsung memeluk Jonghyun #di gigit Minhyuk
“sudahlah, preman itu juga sudah pergi. Makanya kalo pergi keluar rumah jangan sendirian, sudah tdk usah khawatir,”
“aku takut”
“ada aku, sudah jangan cengeng”
“kau ini menyebalkan!”
Ri rin hendak memukul dada bidang Jonghyun, namun Jonghyun menahan pukulan itu dengan tangannya, Jonghyun memberikan tatapan yang begitu dalam pada Ri rin. Tatapan itu membuat hati Ri rin ikut bergetar. Apa yang Ri rin rasa, sama seperti saat dia bertemu dengan Minhyuk. ‘kenapa aku jadi gugup’ gumamnya dalam hati.
“saranghae”
Sebuah kata singkat terlontar dari bibir pria bidang itu, entah apa yang Ri rin rasa sehingga dia mengucapkan kata yang sama.
“nado saranghae”
Jonghyun berlutut di hadapan Ri rin dan menggigit sebuah mawar yang sedari tadi dia pegang. Jonghyun memegang kedua tangan Ri rin yang lembut, memberikan secarik kertas yang berisikan “maukah kau menjadi yeojachinguku?”. Ri rin membulatkan matanya, mengucek dan sekali lagi membulatkan matanya yang sipit itu. Dia seakan tak percaya apa yang terjadi.
“aku mau”
Jawaban yang singkat tanpa harus dipikirkan resikonya. Saat ini dia mempunyai 2 namjachingu yang kuliah 1 kampus dengannya. Dia harus mulai hati – hati agar mereka berdua tidak saling mengetahui bahwa yeojachingu mereka itu orang yang sama.
“yasudah sekarang makan saja,”
“kau ikut juga ya?”
“hmm.. baiklah”
Minhyuk dan Ri rin pergi ke Restoran favorit mereka bersama setelah usai kuliah. Hari ini mereka kuliah malam dan baru pulang jam 8 malam. Pelajaran yang dipelajari di kampus membuat perut Minhyuk keroncongan dan ingin segera menyantap makanan.
Sesampainya disana, mereka langsung menempati tempat duduk yang tersedia. Dan seorang waiters menghampirinya.
“selamat malam, anda ingin pesan apa?”
Minhyuk mulai memilih makanan yang akan di pesannya, sementara itu Ri rin melirik ke arah pintu masuk. Tak sengaja dia melihat Jonghyun berada di sini, dan melambaikan tangannya pada Ri rin. Keringat dingin mulai mengucur dari leher Ri rin. Ri rin membalas lambaian tangan Jonghyun dengan pelan.
“kau mau pesan apa chagi?”
“samakan saja denganmu,”
Melihat Jonghyun yang tampak akan menghampirinya, Ri rin langsung mencari alasan untuk meninggalkan Minhyuk sebentar.
“aku mau ke toilet dulu ya”
“ya”
Perasaan curiga dan tanda tanya mulai menghujani pikiran Minhyuk. Biasanya Ri rin tidak mau pergi ke toilet di restoran ini, karena tidak ada tissue toiletnya. Sementara itu, Ri rin menghampiri Jonghyun dan menarik Jonghyun keluar dari restoran.
“kau sedang apa disini?” Tanya Jonghyun penasaran
“harusnya aku yang tanya, kenapa kau disini?”
“aku kan bekerja disini”
Mendengar jawaban Jonghyun, Ri rin menjadi lemas. Saat ini kedua namjachingunya berada di tempat yang sama, bahkan mereka sangat dekat.
“pria itu siapa?”
“umm.. dia, dia temanku”
“temanmu? Dalam rangka apa kau kemari bersama pria lain?”
“umm… dia ulang tahun, jadi aku di traktir”
“ohh..”
“chagi makanannya sudah da-“ perkataan Minhyuk menggantung
“dia siapa?!” tanya kedua pria itu bersamaan
Ri rin hanya diam terpaku, entah jawaban apa yang harus dia berikan. Ri rin takut kedua pria ini memutuskan hubungan bersamanya. Seorang wanita menghampirinya langsung berbisik di telinga kanan Ri rin.
“hey, rupanya kedua namjachingumu saling bertemu ya, kkk~”
“yak! Seun in! berhenti menggodaku”
“mwo? Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya”
“jangan keras keras!” Ri rin membulatkan matanya, dan Seun in pun tidak merasakan rasa takut yang sedang di alami sahabatnya
“lebih baik kau jujur saja”
“bagaimana jika mereka memutuskan hubungan bersamaan?? Itu akan terasa sangat sakit”
“hmm.. aku yang bicara”
“andwe!!”
“yak! Ri rin-ah! Sebenarnya dia siapa?” Minhyuk membulatkan matanya dan melirik Jonghyun dengan tatapan serigala (?)
“dia, namjachinguku” kata Ri rin lemas
“mwo? Berarti dia juga namjachingumu?” tanya Jonghyun sambil menunjuk hidung Minhyuk
“ne, mianhae”
Sementara itu Seun in tertawa terbahak bahak di hadapan mereka bertiga, membuat Jonghyun dan Minhyuk memberikan tatapan aneh pada wanita itu #plakk.
“lalu bagaimana? Apakah kalian akan memutuskan hubungan denganku?”
“tidak” jawab kedua pria itu bersamaan
“hhh.. lalu aku harus bagaimana?”
“aku tidak tau” jawab Minhyuk sambil memainkan jemarinya
“aku juga” jawab Jonghyun
“yak! Seun in! berhentilah tertawa! Bantu aku mencari jawaban”
“yasudah, kau bagi saja kencannyaa!! Hanya itu yang bisa kuberikan”
“maksudmu?” tanya mereka bertiga serentak
“iye, jadi senin, selasa, rabu jatah Minhyuk, kamis, jum’at, sabtu jatah Jonghyun”
“lalu minggunya?” tanya Minhyuk penuh harap
“minggu mah hari libur nasional, jadi gak ada kencan :D”
“aish..”
“mau tidak? Kalau tidak mendingan kalian akhiri hubungan kalian sampai disini,” *trus nanti author bawa pulan deh Jonghyunnya #digaplok novita
“baiklah” jawaban yang singkat terlontar dari bibir kedua pria itu.
Mulai saat itu, waktu kencan mereka berjalan dengan lancar. Sesekali Minhyuk menjadi pembantu ketika Jonghyun dan Ri rin sedang berkencan (?). Begitupun dengan Jonghyun ketika Minhyuk dan Ri rin sedang berkencan.
Sekali lagi mianhae reader
Length : one shoot
Cast :
- Kang Min hyuk
- Park Ri rin
- Lee Jong hyun
Menyukai 2 orang laki – laki memang masuk akal untuk seorang wanita, tapi jika menjadikan 2 orang itu sebagai kekasih sekaligus apakah wajar untuk seorang wanita? Oia! Dalam percakapan ini, anggep aja mereka berbahasa china, soalnya author males ngartiin bahasanya -_-v
~~~
Tok! Tok! Tok!Terlihat seorang gadis cantik berjalan menuruni tangga rumahnya, kali ini dia mengenakan kemeja merah dengan celana jeans disertai sepatu highheels merahnya membuat penampilannya tampak beda dari biasanya.
“Ri rin, kau sudah menyiapkan semua barang – barangmu?”
“Sudah”
“Kau yakin tidak ada yang tertinggal?”
“Tidak Eomma sayaang”
Dahi Ri rin sudah tampak mengkerut, pertanda bahwa dirinya sudah bosan dan lelah membawa koper besar dari kamarnya.
“Baiklah, kajja kita pergi ke bandara, appa mu sudah menunggu di Seoul,”
“Eomma, berapa lama kita tinggal di sana?”
“Mungkin kita akan menetap disana chagi,”
“Mwo??! Lalu bagaimana dengan kuliahku?”
“Kau akan kuliah di sana”
“Hhh..”
Ri rin meninggalkan rumahnya dengan langkah yang berat, sesekali dia melirik ke tangga rumahnya dan bergumam dalam hati ‘andai aku bisa membawa rumah ini ke Seoul’. *bawa aja kalo bisa :p
~~~
@Bandara IncheonSetelah beberapa jam menempuh perjalanan di pesawat, akhirnya Ri rin tiba di bandara Incheon. Kesan pertama yang dia dapat di Negara yang baru pertama kali dijamahnnya adalah “Disini sejuk”. Meskipun Appa Ri rin adalah warga asli Korea Selatan, tetapi sejak kecil dia tidak pernah mendatangi Negara tempat Appanya tinggal. Ri rin menghirup udara sekitar dan menghembuskannya dengan sebuah senyuman. Eomma merasa bahwa anak tunggalnya itu akan merasa senang tinggal disini, karena disini tidak terlalu dingin seperti di China.
Terlihat sebuah tangan melambai dari pintu masuk, sepertinya itu asisten Appa. Ri rin segera menghampiri orang tersebut dan meninggalkan Eomma-nya berjalan sendirian *kesian amat*. Yap, benar, itu adalah asisten Appa Ri rin yang ditugaskan untuk menjemput anak dan istrinya yang baru tiba dari China.
“izinkan saya yang membawa barang anda”
Ri rin memberikan koper besarnya dan juga sebuah tas kecil yang berisi kosmetik. Nampaknya wajah asisten itu berubah menjadi sedikit aneh *keberatan mungkin ye*. Ri rin hanya tertawa kecil melihat asisten Appanya itu. Eomma hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Mereka mulai memasuki mobil mewah, dan pergi ke rumah barunya di Seoul. Sepanjang jalan, Ri rin hanya memandangi gedung gedung yang menjulang tinggi di Seoul serta Mall besar yang ada di sekitar jalan itu *norak ye #digampar novita.
“Eomma, aku akan kuliah di mana?”
“Tentu saja di kampus”
“-_- maksudku nama Universitasnya”
“hmm.. mungkin di Universitas xxxxx” #kode dirahasiakan, hanya author yg tau (?)
“apakan itu bagus?”
“tentu saja, kau akan mendapatkan teman yang baik dan cerdas disana”
“apakah eomma yakin dan bisa menjamin kebahagiaan untukku?”
“hm.. eomma yakin dan eomma jamin kau akan bahagia disini”
“baiklah”
~~~
Hari pertama Ri rin bersekolah di kampus itu, dia hanya merasakan
kesepian luar biasa karena tidak ada 1 pun manusia yang dia kenal disini
#plakk. Dia mampu mengikuti pelajaran di kampus itu meskipun jika
ditanya menggunakan bahasa korea, aksennya masih kurang bagus dan cara
pengucapan yang salah. Mahasiswa di kelas itu memakluminya karena dia
bukan warga Korea Selatan. Ketika istirahat dia hanya duduk sendirian di
kelas sambil mempelajari buku panduan bahasa korea miliknya.“Annyeong..”
Seorang wanita menghampirinya, duduk di sampinya dengan senyuman yang terpasang manis di wajahnya. Ri rin membalas senyumannya dan berharap wanita ini akan menjadi teman pertamanya di kampus.
“Annyeong J”
“Boleh aku tau siapa namamu?”
“aku? Park Ri rin”
“ooh.. kkk~ lucu ya, kau warga China tapi namamu bermarga Korea”
“hmm.. Appa ku adalah warga asli korea selatan, jadi namaku menggunakan marga Korea”
“ooh jeosonghamnida, aku tidak tau”
“ne, gwe-gwen-gwenchanaeyo”
“kkk~ tidak usah dipaksakan jika kau belum lancer menggunakan aksen korea, aku akan menyesuaikan bahasamu”
“tapi, aksen China-mu bagus”
“hohoho, aku kan belajar”
“tunggu dulu, namamu siapa? Dari tadi kita berbincang tapi aku tidak tau namamu”
“Song Seun In”
“aku bisa memanggilmu Seun in?”
“ya tentu, hey!!!”
Seun in memanggil seorang laki – laki tampan yang membuat pipi Ri rin semakin memerah ketika dihampiri lelaki itu.
“mwoya?”
“kenalkan, ini mahasiswa baru disini, namanya Park Ri rin”
“oh ne, Annyeong Ri rin, aku Minhyuk”
Minhyuk mengulurkan tangan kanannya dan berharap Ri rin membalasnya. Ri rin mencoba menatap mata lelaki itu, dia tersenyum, Ri rin pun memberikan senyuman termanisnya pada lelaki ini, dan menjabat tangannya. Tangannya yang halus seperti kain sutra (?) wajahnya yang tampan, membuat Ri rin terpesona pada lelaki itu.
“annyeong, Ri rin imnida”
Mereka saling menatap mata tanpa melepas jabatannya, sampai..
“ehm,”
Deheman Seun in membuat jabatan mereka terlepas *rusuh dah*. Seun in tertawa terbahak bahak disana. Minhyuk hanya menggaruk belakang lehernya meskipun tidak terasa gatal, dia hanya merasakan rasa malu yang tak tertahankan. Begitupun dengan Ri rin, dia hanya tertawa kecil melihat Seun in.
“matamu sipit sekali ya? Sama sepertiku”
“hehee.. memang kau ada keturunan Chinese?”
“tidak, hehe”
“huh kupikir ada”
Seun in melihat Minhyuk dan Ri rin berbincang merasa bahwa dirinya akan mengganggu kedekatan mereka saat ini.
“umm.. Minhyuk-ssi, Ri rin-ah aku pergi dulu ne, Donghae sudah menungguku di kantin, paii”
“oh baiklah”
Minhyuk duduk di samping Ri rin, dan bertanya tanya seputar kehidupan Ri rin.
“kenapa kau pindah ke korea?”
“Appa-ku kan kerja disini, nah aku dan ibuku diminta tinggal disini juga, sebenarnya aku juga tidak mau sih meninggalkan rumahku yang di China, terlalu banyak kenangan indah disana, dan juga..” Ri rin melanjutkan terus ceritanya.
Sementara Ri rin bercerita, Minhyuk hanya memandangi wajah cantik Ri rin yang membuatnya terpikat dan menginginkan Ri rin menjadi yeojachingunya. Apa daya, tak ada nyali untuk mengatakan persoalan itu. Ri rin yang menyadari bahwa sedari tadi Minhyuk hanya memperhatikannya pun bertanya,
“kau itu mendengarkan ceritaku atau tidak”
“aku menyukaimu”
“mwo?!”
Jawaban Minhyuk yang SANGAT MENYIMPANG dari pertanyaannya membuat mata Ri rin terbelalak. Sejak kapan Minhyuk menyukainya? Bukankah dia baru mengenal Ri rin?
“mianhae, aku memang menyukaimu sejak pertama aku melihat matamu”
“memangnya dimataku ada apa?” #ada bintang laut
“molla, aku tiba tiba menyukaimu”
“lalu kau mau apa?”
“hmm.. kau menyukaiku tidak?”
“aish.. pertanyaan macam apa ini”
Ri rin mulai mengalihkan sedikit wajahnya yang memerah, dan berharap Minhyuk memahami apa yang dia rasa.
“hey katakan saja, kau menyukaiku kan?”
“jika iya kenapa? Jika tidak kenapa?”
“um.. jika iya, mau kah kau menjadi yeojachinguku?”
“mwo??”
“apakah aku harus mengulanginya menggunakan speaker di kantor?”
“anioo!!”
“baik, kalau begitu jawablah J”
Ri rin berfikir sejenak, Minhyuk adalah orang kedua yang baru dikenalnya di kampus ini, tapi Ri rin juga tidak bisa membohongi prasaannya. Dia juga menginginkan Minhyuk menjadi namjachingunya.
“ne”
“apaan ne. jawablah dengan sungguh sungguh”
“lalu bagaimana aku harus mengucapkannya”
“kau pikirkan sendiri”
“hmm.. aku mau”
“yess!!!”
Minhyuk melompat lompat kegirangan di hadapan Ri rin. Ri rin tertawa melihat kelakuan namjachingu barunya itu. Dan mulai sejak itu mereka sering kencan malam bersama.
~~~
#Six month laterMalam ini Ri rin pergi makan malam diluar, karena eomma dan appanya sedang pergi keluar kota. Ri rin tergesa gesa pergi ke kedai Ramen langganannya itu, dia takut ramen disana sudah habis diserbu ramen lovers (?). Untunglah sesampainya disana ramen masih tersedia untukknya.
“Annyeong Ri rin-ah”
“annyeong, aku pesan ramen specialnya 1 ya”
“siap! Dimana Minhyuk?”
“hari ini dia kuliah malam”
“ooh begitu ya”
Sembari menunggu ramen, Ri rin memperhatikan sekitarnya, begitu ramai pelanggan disini.
“noona, apa tidak ada tempat duduk kosong disini? Jika sudah penuh, ramenku dibungkus saja”
“hmm.. ada kok, di pojok sana”
Noona itu menunjuk sebuah meja dengan 2 kursi, dan 1 kursinya sudah ditempati seorang laki laki yang tak asing dimatanya.
“tapi disana sudah ada yang menempatinya noona, apa boleh aku duduk di hadapannya?”
“tentu saja cantik, kau boleh duduk disana, dia tidak akan memarahi wanita cantik sepertimu”
“aish.. baiklah”
“ini ramenmu”
“gomawo”
“cheonmann, taruh saja uangnya di bawah mangkukmu ya, seperti biasa”
“ne”
Ri rin pergi menduduki bangku kosong itu (?). Dan memakan ramennya dengan lahap. Tiba-tiba pria itu tertawa kecil dihadapannya. Sambil mengunyah ramen itu Ri rin bertanya,
“wae?”
“anio, anio, hanya saja cara makanmu lucu”
“hm? Kenapa?”
“kau cantik, tapi lihat ini”
Pria itu mengambil tissue dan mengelap pinggir bibir Ri rin yang penuh dengan kuah ramen. Ri rin terkejut dan kemudian menatap pria itu. Dan ternyata dia adalah..
“kau bukannya Jong.. hmm.. jong.. jong siapa??”
“jonghyun..”
“ah ne!! itu maksudku”
“hahaha dasaar”
Jonghyun menjitak kecil dahi Ri rin, “aduuh” tapi Ri rin terus melanjutkan memakan makanannya, dan itu membuat Jonghyun tertawa geli melihatnya. Entah apa yang ada di benak Jonghyun, dia selalu nyaman berada di dekat teman wanitannya ini. Jonghyun memandang wajah Ri rin lebih dalam, dan akhirnya itu pun disadari oleh Ri rin.
“yak! Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“hmm.. kau cantik, hihi”
“aish..”
“memang benar kok, jika kau tak percaya kau bisa bertanya pada seluruh mahasiswa di kampus, atau perlu aku tanyakan pada seluruh pelanggan disini?”
“ets jangaaan, baiklah aku percaya, tapi semua orang bilang mataku terlalu sipit untuk wanita korea”
“kau jangan dengarkan kata orang, kau memang sipit, tapi kau tetap cantik”
“sudah2..”
Ri rin tak bisa menahan senyuman di bibirnya, dia tampak malu atas perlakuan Jonghyun padanya. Usai memakan makanannya dia langsung pulang.
“paii jong oppa”
“mwo??! Oppa?!! Awas kau Ri rin!!”
“weee :p”
Ri rin berjalan dari perempatan kedai itu ke rumahnya, jaraknya tidak terlalu jauh jika melewati jalan pintas. Memang jalan pintas itu cukup menyeramkan, membuat bulu kuduk di tubuh Ri rin ikut berdiri. Tiba-tiba ada sekumpulan preman mabuk yang mendekatinya, Ri rin mempercepat langkahnya. Tapi preman – preman itu menjegat dan menggoda Ri rin.
“gadis cantik, malam – malam sendirian, gak takut apa” preman itu mencolek dagu Ri rin
“Cih! Minggir! Aku mau pulang!” Ri rin berusaha lari dari kerumunan preman preman itu
“ets, cantik – cantik galak bener, jangan gitu lah, ada uang gak?”
“ani!!”
“jangan bohong!!”
Salah satu preman itu mengarahkan senjata tajam ke leher Ri rin, dan berhasil membuat Ri rin ketakutan. Ri rin berusaha mencari cara untuk keluar dari kerumunan preman itu, namun tidak ada celah sedikitpun untuk kabur. Ri rin ingin mengubungi Minhyuk agar segera menolongnya, tapi tiba – tiba..
BUUGH!!
Sebuah pukulan mendarat di wajah salah satu preman itu.
BUUGH!! BUGH!! BUUGH!!
“untuk apa kalian menggoda wanita, lebih baik kalian pergi atau kalian akan habis disini”
Kedatangan pria itu membuat Ri rin merasa lega, dengan tampang kesal preman itu pergi. Ri rin mendekati pria tersebut, mencoba melihat wajahnya yang tertutup topi. Pria itupun melepaskan topinya.
“Jonghyun?” kata Ri rin tak percaya dan langsung memeluk Jonghyun #di gigit Minhyuk
“sudahlah, preman itu juga sudah pergi. Makanya kalo pergi keluar rumah jangan sendirian, sudah tdk usah khawatir,”
“aku takut”
“ada aku, sudah jangan cengeng”
“kau ini menyebalkan!”
Ri rin hendak memukul dada bidang Jonghyun, namun Jonghyun menahan pukulan itu dengan tangannya, Jonghyun memberikan tatapan yang begitu dalam pada Ri rin. Tatapan itu membuat hati Ri rin ikut bergetar. Apa yang Ri rin rasa, sama seperti saat dia bertemu dengan Minhyuk. ‘kenapa aku jadi gugup’ gumamnya dalam hati.
“saranghae”
Sebuah kata singkat terlontar dari bibir pria bidang itu, entah apa yang Ri rin rasa sehingga dia mengucapkan kata yang sama.
“nado saranghae”
Jonghyun berlutut di hadapan Ri rin dan menggigit sebuah mawar yang sedari tadi dia pegang. Jonghyun memegang kedua tangan Ri rin yang lembut, memberikan secarik kertas yang berisikan “maukah kau menjadi yeojachinguku?”. Ri rin membulatkan matanya, mengucek dan sekali lagi membulatkan matanya yang sipit itu. Dia seakan tak percaya apa yang terjadi.
“aku mau”
Jawaban yang singkat tanpa harus dipikirkan resikonya. Saat ini dia mempunyai 2 namjachingu yang kuliah 1 kampus dengannya. Dia harus mulai hati – hati agar mereka berdua tidak saling mengetahui bahwa yeojachingu mereka itu orang yang sama.
~~~
“aku lapar”“yasudah sekarang makan saja,”
“kau ikut juga ya?”
“hmm.. baiklah”
Minhyuk dan Ri rin pergi ke Restoran favorit mereka bersama setelah usai kuliah. Hari ini mereka kuliah malam dan baru pulang jam 8 malam. Pelajaran yang dipelajari di kampus membuat perut Minhyuk keroncongan dan ingin segera menyantap makanan.
Sesampainya disana, mereka langsung menempati tempat duduk yang tersedia. Dan seorang waiters menghampirinya.
“selamat malam, anda ingin pesan apa?”
Minhyuk mulai memilih makanan yang akan di pesannya, sementara itu Ri rin melirik ke arah pintu masuk. Tak sengaja dia melihat Jonghyun berada di sini, dan melambaikan tangannya pada Ri rin. Keringat dingin mulai mengucur dari leher Ri rin. Ri rin membalas lambaian tangan Jonghyun dengan pelan.
“kau mau pesan apa chagi?”
“samakan saja denganmu,”
Melihat Jonghyun yang tampak akan menghampirinya, Ri rin langsung mencari alasan untuk meninggalkan Minhyuk sebentar.
“aku mau ke toilet dulu ya”
“ya”
Perasaan curiga dan tanda tanya mulai menghujani pikiran Minhyuk. Biasanya Ri rin tidak mau pergi ke toilet di restoran ini, karena tidak ada tissue toiletnya. Sementara itu, Ri rin menghampiri Jonghyun dan menarik Jonghyun keluar dari restoran.
“kau sedang apa disini?” Tanya Jonghyun penasaran
“harusnya aku yang tanya, kenapa kau disini?”
“aku kan bekerja disini”
Mendengar jawaban Jonghyun, Ri rin menjadi lemas. Saat ini kedua namjachingunya berada di tempat yang sama, bahkan mereka sangat dekat.
“pria itu siapa?”
“umm.. dia, dia temanku”
“temanmu? Dalam rangka apa kau kemari bersama pria lain?”
“umm… dia ulang tahun, jadi aku di traktir”
“ohh..”
“chagi makanannya sudah da-“ perkataan Minhyuk menggantung
“dia siapa?!” tanya kedua pria itu bersamaan
Ri rin hanya diam terpaku, entah jawaban apa yang harus dia berikan. Ri rin takut kedua pria ini memutuskan hubungan bersamanya. Seorang wanita menghampirinya langsung berbisik di telinga kanan Ri rin.
“hey, rupanya kedua namjachingumu saling bertemu ya, kkk~”
“yak! Seun in! berhenti menggodaku”
“mwo? Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya”
“jangan keras keras!” Ri rin membulatkan matanya, dan Seun in pun tidak merasakan rasa takut yang sedang di alami sahabatnya
“lebih baik kau jujur saja”
“bagaimana jika mereka memutuskan hubungan bersamaan?? Itu akan terasa sangat sakit”
“hmm.. aku yang bicara”
“andwe!!”
“yak! Ri rin-ah! Sebenarnya dia siapa?” Minhyuk membulatkan matanya dan melirik Jonghyun dengan tatapan serigala (?)
“dia, namjachinguku” kata Ri rin lemas
“mwo? Berarti dia juga namjachingumu?” tanya Jonghyun sambil menunjuk hidung Minhyuk
“ne, mianhae”
Sementara itu Seun in tertawa terbahak bahak di hadapan mereka bertiga, membuat Jonghyun dan Minhyuk memberikan tatapan aneh pada wanita itu #plakk.
“lalu bagaimana? Apakah kalian akan memutuskan hubungan denganku?”
“tidak” jawab kedua pria itu bersamaan
“hhh.. lalu aku harus bagaimana?”
“aku tidak tau” jawab Minhyuk sambil memainkan jemarinya
“aku juga” jawab Jonghyun
“yak! Seun in! berhentilah tertawa! Bantu aku mencari jawaban”
“yasudah, kau bagi saja kencannyaa!! Hanya itu yang bisa kuberikan”
“maksudmu?” tanya mereka bertiga serentak
“iye, jadi senin, selasa, rabu jatah Minhyuk, kamis, jum’at, sabtu jatah Jonghyun”
“lalu minggunya?” tanya Minhyuk penuh harap
“minggu mah hari libur nasional, jadi gak ada kencan :D”
“aish..”
“mau tidak? Kalau tidak mendingan kalian akhiri hubungan kalian sampai disini,” *trus nanti author bawa pulan deh Jonghyunnya #digaplok novita
“baiklah” jawaban yang singkat terlontar dari bibir kedua pria itu.
Mulai saat itu, waktu kencan mereka berjalan dengan lancar. Sesekali Minhyuk menjadi pembantu ketika Jonghyun dan Ri rin sedang berkencan (?). Begitupun dengan Jonghyun ketika Minhyuk dan Ri rin sedang berkencan.
~~~
Hah udahlah keabisan ide, ancur se ancur ancurnya dah ff kali ini,
mian reader, lagi bener bener gak ada ide nih. Gara2 donghae mau dateng
ke Jakarta tapi author gak di izinin sama eomma, kan jadi sebel, padahal
GRATIS loh ke lotte martnya, udah gitu kan author gatau jalan kesananya
*curcol*Sekali lagi mianhae reader
Marriage Life
Genre : Tentukan sendiri *plakk
Length : One shoot
Cast : Lee Jong Hyun
Lee Hye Rin
Other cast : Kang Min Hyuk
Author : Song Seun In
“Eomma?”
“Wae chagi?”
“Apa benar Hyerin saudaraku? Mengapa wajah kami sangat berbeda?”
“Tentu saja, dia kan adikmu, memangnya kenapa jika beda? Kau tau kan, sepasang anak kembar non identik, jelas sekali mereka juga memiliki wajah yang berbeda”
“Anio eomma, hanya saja..”
“Sudahlah, kau harus mempercayainya, dan kau juga harus menjaganya”
“Merepotkan”
“Jonghyun…”
“Aish.. Arasseo arasseo”
Jonghyun segera pergi mengambil sepeda dan bersiap untuk berangkat ke sekolahnya. Bersama adiknya, Hyerin, mereka berangkat bersama.
“yak! Hyerin! Bisakah kau lebih cepat? Kita akan terlambat”
“ne oppa,”
Hyerin sedang mengikat tali sepatunya yang kusut, dan ketika di ikat, tali itu semakin kusut. Hyerin mulai takut akan dimarahi oppa kesayangannya karena mengulur waktu berangkat. Jonghyun kemudian membantu Hyerin mengikat tali sepatunya. Hyerin melihat Jonghyun yang mengikat kedua tali sepatunya-pun tersenyum.
“gomawo oppa”
“kajja, ini sudah hampir bell masuk, kita harus cepat”
Jonghyun menarik tangan adiknya agar segera naik ke sepedanya. Ada sedikit rasa kesal karena Hyerin telah mengulur waktunya. Jonghyun memang tidak suka menunggu, dan dia juga tidak suka mengulur waktu. Hyerin yang mengetahui hal ini mulai berfikir keras, bagaimana cara agar kakaknya tidak memarahi Hyerin ketika sampai disekolah.
“oppa, kenapa kita harus berangkat sepagi ini?”
“aku tidak mau terlambat, anggap saja ini hukuman untukmu karena kemarin membuatku terlambat masuk kelas”
“aish.. oppa! Mianhaee..”
“hahaha, matamu masih saja se sipit itu”
“oppaaaaa!”
Jonghyun mengacak rambut Hyerin dan terus meledeknya. Itulah hal yang paling Jonghyun suka, apa lagi melihat adiknya marah, menurut Jonghyun jika Hyerin sedang marah akan terlihat lebih manis. Hyerin bersandar di bahu Jonghyun, dan memejamkan matanya. Sepertinya dia masih mengantuk, karena berada di sekolah sepagi ini. Semilir angin pagi yang sejuk meniupkan wajahnya, seolah mengajaknya untuk kembali tidur. Dan akhirnya Hyerin tertidur di bahu Jonghyun, di taman sekolah.
30 minutes later…
“hoaammm..”
“kau sudah bangun?”
“ne oppa, gomawo telah meminjamkan bahumu untukku”
“oppa? Hahaha, aku bukan oppa-mu?”
“hee??”
Hyerin memakai kacamatanya dan membulatkan matanya pada orang di sampingnya.
“yak! Minhyuk-ssi!”
“ne, waeyo?? Oppa mu sedang ke toilet, jadi aku disuruh menggantikannya sebentar”
“aish.. berapa lama?”
“sekitar 10 menit yang lalu”
Hyerin berdiri dan berjalan menuju toilet. Minhyuk mengikuti Hyerin di belakang, dan berusaha mengatakan sesuatu, tapi Hyerin tidak peduli. Yang ada di otaknya adalah “dimana oppa”. Hyerin memang tidak bisa berjauhan dengan kakaknya, setiap kali mereka berjauhan, Hyerin merasa akan ada bencana yang menimpanya *janganlebaydeh :D*.
“minhyuk, coba kau masuk ke toilet, lihat di dalam ada oppa tidak”
“baiklah”
Minhyuk memang sangat mencintai Hyerin, tapi dia tidak bisa mengatakan hal ini. Entah apa yang membuat Minhyuk sulit mengungkapkan perasaannya, jadi Minhyuk hanya bisa menuruti kemauan Hyerin dan membuat Hyerin senang.
“tidak ada”
“aish, oppaa dimana kauu”
Hyerin berjalan menyusuri lorong kelas, matanya selalu memandang setiap sudut tempat. Tapi dia tak melihat kakaknya juga. Hyerin kembali ke bangku taman dan duduk disana. Terlihat mata Hyerin sudah berawan, Minhyuk duduk di samping Hyerin dan mengelus rambut Hyerin. Hyerin menyandarkan kepalanya di bahu Minhyuk
“sudahlah, oppa mu pasti kembali lagi, dia tidak akan hilang”
“entahlah Minhyuk.. aku selalu merasa takut jika tidak ada oppa”
“takut?”
“ne, aku memang tidak bisa lepas darinya sejak kecil”
“ooh.. apa karena kalian kembar?”
“molla, aku sendiri masih bingung, mengapa wajahku tidak mirip dengan oppa”
“itukan karena kalian non identik”
“lalu, sekarang oppa dimana? Aku ingin bersama oppa..”
Seseorang mencium pipi kanan Hyerin, dan membuat Hyerin terkejut. Ketika dia membalikkan badannya,
“oppaaa!!”
Hyerin kemudian berdiri dan langsung memeluk kakaknya. Minhyuk tersenyum melihatnya, ini adalah pemandangan yang indah di mata Minhyuk. Minhyuk akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua.
“kau kemana saja oppa, aku mencarimu di setiap sudut tempat”
“oppa tadi pergi sebentar”
“kemana?”
“jangan mulai kepo lagi..”
Jonghyun mencubit pipi adik kesayangannya itu sampai merah. Hyerin hanya tersenyum dan tersipu malu. Jonghyun berusaha melepas pelukan Hyerin, tapi Hyerin tidak melepaskannya.
“yak, Hyerin-ah, 5 menit lagi akan dimulai”
“oh ne oppa, mianhae aku lupa, hehe”
“di Amerika”
“aku ikut ne?”
“andwe, kau kuliah di sini saja”
“oppaaa! Please..”
“biayanya mahal chagi, oppa saja mengumpulkan uang sendiri sejak SMP, oppa tidak mau merepotkan eomma dan appa”
“aku dapat ini kok”
Hyerin menunjukkan selembar surat, yang berisi tentang beasiswa kuliah di Amerika. Jonghyun tersenyum melihat surat itu,
“kau memang cerdas”
“bagaimana? Aku hanya tinggal meminta tanda tangan eomma”
Jonghyun menganggukkan kepalanya, tanda setuju sudah ia dapatkan dari kakaknya. Kini hanya tinggal meminta persetujuan dari orang tuanya.
Hyerin membanting tubuhnya diatas kasur tanpa melepas sepatunya. Tubuhnya terasa sangat lelah. Akhir akhir ini Hyerin memang selalu telat tidur untuk menyelesaikan skripsinya. Jonghyun melepaskan sepatu adiknya dan mengelitik telapak kaki adiknya. Hal ini spontan membuat Hyerin tertawa geli. Jonghyun ikut tertawa melihat adiknya seperti itu,
“oppa kan sudah bilang, sebelum tidur, kau harus melepaskan sepatumu”
“ne oppa, lain kali aku akan mengingatnya”
“jadi selama ini kau tidak mengingat perkataan oppa”
“tidak”
Hyerin tertawa kembali melihat ekspresi wajah Jonghyun yang sedikit kesal. Jonghyun mencium pipi Hyerin dan meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Hyerin. Hyerin terdiam dan berusaha menahan tawa.
“oppa, aku lapar”
“nado, oppa juga lapar, kajja kita beli makanan”
“beli apa?”
“apa saja yang kau mau, oppa belikan”
“jinjja??”
“ne, oppa baru saja mendapat bayaran setelah bermain gitar di kampus”
“hanya dengan itu oppa bisa mendapat uang?”
“ne, oppa kan asisten dosen :p”
“aishh.. jangan pamer, akan ku buktikan, aku juga bisa, kajja kita beli makanan oppa, perutku merasa semakin lapar”
Jonghyun mencubit pipi adiknya, dan berjalan keluar. Hyerin merapikan kemejanya dan merangkul tangan Jonghyun. Jonghyun hanya tersenyum. Sepanjang jalan, mereka berbincang bincang mesra, layaknya sepasang kekasih. Beberapa orang tersenyum melihat mereka. Namun Jonghyun mengabaikan orang –orang itu. Dia tetap menganggap Hyerin adalah adiknya, meskipun sampai saat ini dia masih belum percaya. Karena tak ada bukti yang pernah ditunjukkan eommanya.
Bahu Jonghyun bersinggungan dengan seorang lelaki yang tak asing di matanya. Pria itu tersenyum pada Jonghyun.
“Minhyuk?”
Minhyuk mengangguk cepat, dan melirik seseorang disamping Jonghyun. Hyerin tidak melihat Minhyuk dan pandangannya tetap ke depan. Jonghyun menarik tangan Hyerin dan merangkul Minhyuk.
“kalian ini kenapa?”
Tak ada jawaban keluar dari bibir mereka berdua. Minhyuk hanya menggelengkan kepalanya. Jonghyun semakin penasaran, dia mengelitik pinggang adiknya,
“katakan pada oppa”
Hyerin hanya menggelengkan kepalanya. Jonghyun mulai kesal dan pergi meninggalkan mereka berdua. Hyerin segera menyusul langkah kakaknya.
“mm..”
“oppaaaaaa!”
“wae?”
“jangan marah”
“mm.. ceritakan pada oppa”
“jadi waktu itu..”
~Flashback On~
“Hyerin, malam ini kau sibuk tidak?”
“tidak, ada apa?”
“nanti malam aku menjemputmu, kita makan malam bersama ya”
“baiklah”
A moment later
Hyerin naik ke motor Minhyuk dan meletakkan kedua tangannya di pinggang Minhyuk. Minhyuk tersenyum bahagia, Minhyuk semakin percaya diri berada di dekat Hyerin.
Sesampainya mereka di sebuah restoran cepat saji, Minhyuk menggandeng tangan Hyerin dan mengajaknya ke tempat yang sudah ia pesan. Di tengah danau, di kelilingi lilin diatas air. Lampu yang remang remang menambah suasana semakin romantis.
“kajja kita makan”
“ne, gomawo minhyuk-ssi”
Minhyuk mengangguk, wajahnya yg aegyo membuat Hyerin mencubit pipi Minhyuk. Minhyuk sedikit memalingkan wajahnya dan berkata “yes”. Hyerin tertawa kecil melihat tingkah minhyuk yang sedikit aneh. Usai makan, Minhyuk menyanyikan sebuah lagu diiringi dengan petikan gitar yang dia mainkan *emang bisa? :p*. Hyerin memandang wajah Minhyuk, dia merasa Minhyuk semakin tampan jika sedang begini *gubrakk*.
Minhyuk memegang kedua tangan Hyerin dengan lembut,
“saranghae”
“mwo?”
“ne, sebenarnya aku sudah lama mencintaimu, tapi baru sekarang aku berani mengungkapkannya, mianhae”
“oh.. gwenchana minhyuk-ssi”
“maukah kau menjadi yeojachinguku?”
“hee? Aku harus menjawabnya sekarang?”
“tentu saja”
“hmm.. mianhae, eomma tidak mengizinkanku untuk berpacaran, mianhae”
Hyerin pergi meninggalkan Minhyuk, Hyerin mulai terisak sampai rumah. Saat itu Jonghyun sedang berada di luar kota bersama kedua orang tuanya. Hyerin merasa bersalah mengatakan hal itu pada Minhyuk. Dan mulai sejak itu Hyerin selalu menghindar dari Minhyuk karena rasa bersalahnya.
~Flashback Off~
“ooh jadi begitu, hahaha”
Jonghyun mulai tertawa mendengar cerita adiknya, sedangkan Hyerin hanya tersenyum malu. Hyerin menggaruk garuk kepalanya yang tidak terasa gatal. Entah hal apa yang membuat Hyerin selalu menutup cerita ini dari semua orang.
“Hyerin, kau tau, kau telah menyakiti perasaan seorang pria, itu tidak baik”
“tapi eomma melarangku”
“aish.. eomma selalu saja, dia juga melarangku berpacaran”
“…”
“kenapa kau diam?”
“…”
“oh iya, satu minggu lagi oppa wisuda, bagaimana denganmu?”
“aku masih 3 minggu lagi oppa, mengapa kau bisa selesai se cepat itu?”
“oppa kan pinter :p”
“aish! Oppaaaa!!”
“ne, wae eomma?”
“hari ini kalian akan kembali ke Seoul kan?”
“ne, sekitar 1 jam lagi, ada apa?”
“ada hal yang ingin eomma bicarakan dengan kalian berdua, segera pulang kerumah jika sudah di Seoul, jangan pergi kemanapun, arasseo?”
“ne arasseo eomma”
“ne oppa”
Jonghyun dan Hyerin telah sampai di bandara Incheon, mereka segera naik taxi untuk pulang kerumah. Wajah jonghyun sedikit pucat karena cemas. Hyerin hanya sibuk memainkan handphonenya berusaha menghilangkan perasaan buruk yang ada di lubuk hatinya sekarang.
“oppa?”
“ne?”
“sebenarnya ada apa?”
“oppa juga tidak tau”
Jonghyun memberikan uang pada supir taxi dan segera masuk kedalam rumah. Hyerin juga ikut berlari kedalam menyusul Jonghyun.
“Eomma ada apa?”
Jonghyun dan Hyerin serentak berkata bersamaan, mereka saling memandang sejenak dan kembali menatap eomma.
“appa saat ini sedang sakit, sepertinya kalian sudah cukup untuk mengetahui ini. Appa kalian ingin kalian berdua menikah”
“mwo?? Andwe eomma, oppa adalah kakakku, marga kami juga sama, andwee!”
“mengetahui apa eomma?”-jawab Jonghyun lembut
“begini, sebaiknya kalian mandi lalu sarapan, eomma akan menjelaskan nanti”
“andwe eomma, jelaskan sekarang”-jonghyun memegang telapak tangan eommanya
Eomma mengelus pipi Hyerin sambil meneteskan air matanya, eomma menghapus air mata Hyerin. Hyerin memegang tangan eomma,
“eomma, katakana padaku, aku dan oppa harus mengetahui apa?”
“hyerin.. mianhae, mianhae”-eomma terisak
“eomma..”
“sebenarnya kau bukan anak kandung eomma dan appa” *jdeer,gubrak,plak,plak* #author berisik di getok novita
“lalu aku anak siapa? Mengapa aku bisa tinggal bersama kalian?” *anak ilang* *plakk
“saat kau masih kecil, ibumu menitipkanmu pada eomma, awalnya eomma kira hanya sebentar, tapi kemudian ibumu tidak kembali lagi selama bertahun tahun. Eomma akhirnya mengangkatmu sebagai anak” *ngenes
“jadi? Hyerin bukan adikku? Dan kami bukan anak kembar?”
“bukan chagi..”
Eomma memeluk Jonghyun dan Hyerin, ia menyesal baru mengatakan hal ini sekarang, disaat mereka sudah sangat dekat. Jelas sekali Hyerin sangat terpukul atas semua penjelasan eomma.
“tapi eomma mohon, maafkan eomma, dan turuti permintaan appa”
Jonghyun memegang tangan Hyerin, mencium sekilas bibir Hyerin dan membisikan sebuah hal di telinga Hyerin.
“would you marry me?”
Hyerin mulai menghapus air matanya, menghapus air mata eomma. Dia tidak ingin ada kesedihan lagi disini. Dia tidak mau melihat eomma menangis.
“eomma, aku akan menikah dengan Jonghyun”
“jinjja? Kau benar benar mau?”
“ne eomma”
“gomawo, gomawo Hyerin, gomawo”
Eomma hendak berlutut di hadapan Hyerin. Namun, Hyerin dan Jonghyun menahannya.
“eomma, cukup, jangan seperti ini, mari kita bicarakan hal lain”
Jonghyun menuntun eomma untuk duduk di sofa. Dan mengajaknya bicara tentang hal lain.
“ne?”
“berarti saat ini, kau adalah istriku?”
“iya,”
“apakah aku bermimpi?”
“tentu tidak, kita telah melewati proses pernikahan, kau juga telah mengucapkan janji itu”
“ah ne, saranghae”
Malam itu, merupakan malam terindah bagi semua orang terutama Jonghyun dan Hyerin. Jonghyun mengecup lembut bibir Hyerin dan melanjutkan aktivitas selanjutnya *plakk jangan kepo ya reader*.
Cast : Lee Jong Hyun
Lee Hye Rin
Other cast : Kang Min Hyuk
Author : Song Seun In
“Eomma?”
“Wae chagi?”
“Apa benar Hyerin saudaraku? Mengapa wajah kami sangat berbeda?”
“Tentu saja, dia kan adikmu, memangnya kenapa jika beda? Kau tau kan, sepasang anak kembar non identik, jelas sekali mereka juga memiliki wajah yang berbeda”
“Anio eomma, hanya saja..”
“Sudahlah, kau harus mempercayainya, dan kau juga harus menjaganya”
“Merepotkan”
“Jonghyun…”
“Aish.. Arasseo arasseo”
Jonghyun segera pergi mengambil sepeda dan bersiap untuk berangkat ke sekolahnya. Bersama adiknya, Hyerin, mereka berangkat bersama.
“yak! Hyerin! Bisakah kau lebih cepat? Kita akan terlambat”
“ne oppa,”
Hyerin sedang mengikat tali sepatunya yang kusut, dan ketika di ikat, tali itu semakin kusut. Hyerin mulai takut akan dimarahi oppa kesayangannya karena mengulur waktu berangkat. Jonghyun kemudian membantu Hyerin mengikat tali sepatunya. Hyerin melihat Jonghyun yang mengikat kedua tali sepatunya-pun tersenyum.
“gomawo oppa”
“kajja, ini sudah hampir bell masuk, kita harus cepat”
Jonghyun menarik tangan adiknya agar segera naik ke sepedanya. Ada sedikit rasa kesal karena Hyerin telah mengulur waktunya. Jonghyun memang tidak suka menunggu, dan dia juga tidak suka mengulur waktu. Hyerin yang mengetahui hal ini mulai berfikir keras, bagaimana cara agar kakaknya tidak memarahi Hyerin ketika sampai disekolah.
~~~
Hari ini pengumuman kelulusan akan diumumkan di SMA mereka. Jonghyun
tidak mau terlambat seperti hari yang lalu. Hyerin juga tidak mau
melewatkan acara ini di sekolah. Jonghyun ingin berangkat 45 menit
sebelum bell berbunyi *pagi amat*. Terpaksa Hyerin harus menuruti
perkataan kakaknya.“oppa, kenapa kita harus berangkat sepagi ini?”
“aku tidak mau terlambat, anggap saja ini hukuman untukmu karena kemarin membuatku terlambat masuk kelas”
“aish.. oppa! Mianhaee..”
“hahaha, matamu masih saja se sipit itu”
“oppaaaaa!”
Jonghyun mengacak rambut Hyerin dan terus meledeknya. Itulah hal yang paling Jonghyun suka, apa lagi melihat adiknya marah, menurut Jonghyun jika Hyerin sedang marah akan terlihat lebih manis. Hyerin bersandar di bahu Jonghyun, dan memejamkan matanya. Sepertinya dia masih mengantuk, karena berada di sekolah sepagi ini. Semilir angin pagi yang sejuk meniupkan wajahnya, seolah mengajaknya untuk kembali tidur. Dan akhirnya Hyerin tertidur di bahu Jonghyun, di taman sekolah.
30 minutes later…
“hoaammm..”
“kau sudah bangun?”
“ne oppa, gomawo telah meminjamkan bahumu untukku”
“oppa? Hahaha, aku bukan oppa-mu?”
“hee??”
Hyerin memakai kacamatanya dan membulatkan matanya pada orang di sampingnya.
“yak! Minhyuk-ssi!”
“ne, waeyo?? Oppa mu sedang ke toilet, jadi aku disuruh menggantikannya sebentar”
“aish.. berapa lama?”
“sekitar 10 menit yang lalu”
Hyerin berdiri dan berjalan menuju toilet. Minhyuk mengikuti Hyerin di belakang, dan berusaha mengatakan sesuatu, tapi Hyerin tidak peduli. Yang ada di otaknya adalah “dimana oppa”. Hyerin memang tidak bisa berjauhan dengan kakaknya, setiap kali mereka berjauhan, Hyerin merasa akan ada bencana yang menimpanya *janganlebaydeh :D*.
“minhyuk, coba kau masuk ke toilet, lihat di dalam ada oppa tidak”
“baiklah”
Minhyuk memang sangat mencintai Hyerin, tapi dia tidak bisa mengatakan hal ini. Entah apa yang membuat Minhyuk sulit mengungkapkan perasaannya, jadi Minhyuk hanya bisa menuruti kemauan Hyerin dan membuat Hyerin senang.
“tidak ada”
“aish, oppaa dimana kauu”
Hyerin berjalan menyusuri lorong kelas, matanya selalu memandang setiap sudut tempat. Tapi dia tak melihat kakaknya juga. Hyerin kembali ke bangku taman dan duduk disana. Terlihat mata Hyerin sudah berawan, Minhyuk duduk di samping Hyerin dan mengelus rambut Hyerin. Hyerin menyandarkan kepalanya di bahu Minhyuk
“sudahlah, oppa mu pasti kembali lagi, dia tidak akan hilang”
“entahlah Minhyuk.. aku selalu merasa takut jika tidak ada oppa”
“takut?”
“ne, aku memang tidak bisa lepas darinya sejak kecil”
“ooh.. apa karena kalian kembar?”
“molla, aku sendiri masih bingung, mengapa wajahku tidak mirip dengan oppa”
“itukan karena kalian non identik”
“lalu, sekarang oppa dimana? Aku ingin bersama oppa..”
Seseorang mencium pipi kanan Hyerin, dan membuat Hyerin terkejut. Ketika dia membalikkan badannya,
“oppaaa!!”
Hyerin kemudian berdiri dan langsung memeluk kakaknya. Minhyuk tersenyum melihatnya, ini adalah pemandangan yang indah di mata Minhyuk. Minhyuk akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua.
“kau kemana saja oppa, aku mencarimu di setiap sudut tempat”
“oppa tadi pergi sebentar”
“kemana?”
“jangan mulai kepo lagi..”
Jonghyun mencubit pipi adik kesayangannya itu sampai merah. Hyerin hanya tersenyum dan tersipu malu. Jonghyun berusaha melepas pelukan Hyerin, tapi Hyerin tidak melepaskannya.
“yak, Hyerin-ah, 5 menit lagi akan dimulai”
“oh ne oppa, mianhae aku lupa, hehe”
~~~
“oppa, kau mau kuliah dimana?”“di Amerika”
“aku ikut ne?”
“andwe, kau kuliah di sini saja”
“oppaaa! Please..”
“biayanya mahal chagi, oppa saja mengumpulkan uang sendiri sejak SMP, oppa tidak mau merepotkan eomma dan appa”
“aku dapat ini kok”
Hyerin menunjukkan selembar surat, yang berisi tentang beasiswa kuliah di Amerika. Jonghyun tersenyum melihat surat itu,
“kau memang cerdas”
“bagaimana? Aku hanya tinggal meminta tanda tangan eomma”
Jonghyun menganggukkan kepalanya, tanda setuju sudah ia dapatkan dari kakaknya. Kini hanya tinggal meminta persetujuan dari orang tuanya.
~~~
A moment later.. (@Amerika)Hyerin membanting tubuhnya diatas kasur tanpa melepas sepatunya. Tubuhnya terasa sangat lelah. Akhir akhir ini Hyerin memang selalu telat tidur untuk menyelesaikan skripsinya. Jonghyun melepaskan sepatu adiknya dan mengelitik telapak kaki adiknya. Hal ini spontan membuat Hyerin tertawa geli. Jonghyun ikut tertawa melihat adiknya seperti itu,
“oppa kan sudah bilang, sebelum tidur, kau harus melepaskan sepatumu”
“ne oppa, lain kali aku akan mengingatnya”
“jadi selama ini kau tidak mengingat perkataan oppa”
“tidak”
Hyerin tertawa kembali melihat ekspresi wajah Jonghyun yang sedikit kesal. Jonghyun mencium pipi Hyerin dan meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Hyerin. Hyerin terdiam dan berusaha menahan tawa.
“oppa, aku lapar”
“nado, oppa juga lapar, kajja kita beli makanan”
“beli apa?”
“apa saja yang kau mau, oppa belikan”
“jinjja??”
“ne, oppa baru saja mendapat bayaran setelah bermain gitar di kampus”
“hanya dengan itu oppa bisa mendapat uang?”
“ne, oppa kan asisten dosen :p”
“aishh.. jangan pamer, akan ku buktikan, aku juga bisa, kajja kita beli makanan oppa, perutku merasa semakin lapar”
Jonghyun mencubit pipi adiknya, dan berjalan keluar. Hyerin merapikan kemejanya dan merangkul tangan Jonghyun. Jonghyun hanya tersenyum. Sepanjang jalan, mereka berbincang bincang mesra, layaknya sepasang kekasih. Beberapa orang tersenyum melihat mereka. Namun Jonghyun mengabaikan orang –orang itu. Dia tetap menganggap Hyerin adalah adiknya, meskipun sampai saat ini dia masih belum percaya. Karena tak ada bukti yang pernah ditunjukkan eommanya.
Bahu Jonghyun bersinggungan dengan seorang lelaki yang tak asing di matanya. Pria itu tersenyum pada Jonghyun.
“Minhyuk?”
Minhyuk mengangguk cepat, dan melirik seseorang disamping Jonghyun. Hyerin tidak melihat Minhyuk dan pandangannya tetap ke depan. Jonghyun menarik tangan Hyerin dan merangkul Minhyuk.
“kalian ini kenapa?”
Tak ada jawaban keluar dari bibir mereka berdua. Minhyuk hanya menggelengkan kepalanya. Jonghyun semakin penasaran, dia mengelitik pinggang adiknya,
“katakan pada oppa”
Hyerin hanya menggelengkan kepalanya. Jonghyun mulai kesal dan pergi meninggalkan mereka berdua. Hyerin segera menyusul langkah kakaknya.
~~~
“oppa jangan marah..”“mm..”
“oppaaaaaa!”
“wae?”
“jangan marah”
“mm.. ceritakan pada oppa”
“jadi waktu itu..”
~Flashback On~
“Hyerin, malam ini kau sibuk tidak?”
“tidak, ada apa?”
“nanti malam aku menjemputmu, kita makan malam bersama ya”
“baiklah”
A moment later
Hyerin naik ke motor Minhyuk dan meletakkan kedua tangannya di pinggang Minhyuk. Minhyuk tersenyum bahagia, Minhyuk semakin percaya diri berada di dekat Hyerin.
Sesampainya mereka di sebuah restoran cepat saji, Minhyuk menggandeng tangan Hyerin dan mengajaknya ke tempat yang sudah ia pesan. Di tengah danau, di kelilingi lilin diatas air. Lampu yang remang remang menambah suasana semakin romantis.
“kajja kita makan”
“ne, gomawo minhyuk-ssi”
Minhyuk mengangguk, wajahnya yg aegyo membuat Hyerin mencubit pipi Minhyuk. Minhyuk sedikit memalingkan wajahnya dan berkata “yes”. Hyerin tertawa kecil melihat tingkah minhyuk yang sedikit aneh. Usai makan, Minhyuk menyanyikan sebuah lagu diiringi dengan petikan gitar yang dia mainkan *emang bisa? :p*. Hyerin memandang wajah Minhyuk, dia merasa Minhyuk semakin tampan jika sedang begini *gubrakk*.
Minhyuk memegang kedua tangan Hyerin dengan lembut,
“saranghae”
“mwo?”
“ne, sebenarnya aku sudah lama mencintaimu, tapi baru sekarang aku berani mengungkapkannya, mianhae”
“oh.. gwenchana minhyuk-ssi”
“maukah kau menjadi yeojachinguku?”
“hee? Aku harus menjawabnya sekarang?”
“tentu saja”
“hmm.. mianhae, eomma tidak mengizinkanku untuk berpacaran, mianhae”
Hyerin pergi meninggalkan Minhyuk, Hyerin mulai terisak sampai rumah. Saat itu Jonghyun sedang berada di luar kota bersama kedua orang tuanya. Hyerin merasa bersalah mengatakan hal itu pada Minhyuk. Dan mulai sejak itu Hyerin selalu menghindar dari Minhyuk karena rasa bersalahnya.
~Flashback Off~
“ooh jadi begitu, hahaha”
Jonghyun mulai tertawa mendengar cerita adiknya, sedangkan Hyerin hanya tersenyum malu. Hyerin menggaruk garuk kepalanya yang tidak terasa gatal. Entah hal apa yang membuat Hyerin selalu menutup cerita ini dari semua orang.
“Hyerin, kau tau, kau telah menyakiti perasaan seorang pria, itu tidak baik”
“tapi eomma melarangku”
“aish.. eomma selalu saja, dia juga melarangku berpacaran”
“…”
“kenapa kau diam?”
“…”
“oh iya, satu minggu lagi oppa wisuda, bagaimana denganmu?”
“aku masih 3 minggu lagi oppa, mengapa kau bisa selesai se cepat itu?”
“oppa kan pinter :p”
“aish! Oppaaaa!!”
~~~
“yeobboseo?”“ne, wae eomma?”
“hari ini kalian akan kembali ke Seoul kan?”
“ne, sekitar 1 jam lagi, ada apa?”
“ada hal yang ingin eomma bicarakan dengan kalian berdua, segera pulang kerumah jika sudah di Seoul, jangan pergi kemanapun, arasseo?”
“ne arasseo eomma”
~~~
“hyerin, sepertinya ada sebuah hal telah terjadi di rumah, kita harus cepat pulang, kajja”“ne oppa”
Jonghyun dan Hyerin telah sampai di bandara Incheon, mereka segera naik taxi untuk pulang kerumah. Wajah jonghyun sedikit pucat karena cemas. Hyerin hanya sibuk memainkan handphonenya berusaha menghilangkan perasaan buruk yang ada di lubuk hatinya sekarang.
“oppa?”
“ne?”
“sebenarnya ada apa?”
“oppa juga tidak tau”
Jonghyun memberikan uang pada supir taxi dan segera masuk kedalam rumah. Hyerin juga ikut berlari kedalam menyusul Jonghyun.
“Eomma ada apa?”
Jonghyun dan Hyerin serentak berkata bersamaan, mereka saling memandang sejenak dan kembali menatap eomma.
“appa saat ini sedang sakit, sepertinya kalian sudah cukup untuk mengetahui ini. Appa kalian ingin kalian berdua menikah”
“mwo?? Andwe eomma, oppa adalah kakakku, marga kami juga sama, andwee!”
“mengetahui apa eomma?”-jawab Jonghyun lembut
“begini, sebaiknya kalian mandi lalu sarapan, eomma akan menjelaskan nanti”
“andwe eomma, jelaskan sekarang”-jonghyun memegang telapak tangan eommanya
Eomma mengelus pipi Hyerin sambil meneteskan air matanya, eomma menghapus air mata Hyerin. Hyerin memegang tangan eomma,
“eomma, katakana padaku, aku dan oppa harus mengetahui apa?”
“hyerin.. mianhae, mianhae”-eomma terisak
“eomma..”
“sebenarnya kau bukan anak kandung eomma dan appa” *jdeer,gubrak,plak,plak* #author berisik di getok novita
“lalu aku anak siapa? Mengapa aku bisa tinggal bersama kalian?” *anak ilang* *plakk
“saat kau masih kecil, ibumu menitipkanmu pada eomma, awalnya eomma kira hanya sebentar, tapi kemudian ibumu tidak kembali lagi selama bertahun tahun. Eomma akhirnya mengangkatmu sebagai anak” *ngenes
“jadi? Hyerin bukan adikku? Dan kami bukan anak kembar?”
“bukan chagi..”
Eomma memeluk Jonghyun dan Hyerin, ia menyesal baru mengatakan hal ini sekarang, disaat mereka sudah sangat dekat. Jelas sekali Hyerin sangat terpukul atas semua penjelasan eomma.
“tapi eomma mohon, maafkan eomma, dan turuti permintaan appa”
Jonghyun memegang tangan Hyerin, mencium sekilas bibir Hyerin dan membisikan sebuah hal di telinga Hyerin.
“would you marry me?”
Hyerin mulai menghapus air matanya, menghapus air mata eomma. Dia tidak ingin ada kesedihan lagi disini. Dia tidak mau melihat eomma menangis.
“eomma, aku akan menikah dengan Jonghyun”
“jinjja? Kau benar benar mau?”
“ne eomma”
“gomawo, gomawo Hyerin, gomawo”
Eomma hendak berlutut di hadapan Hyerin. Namun, Hyerin dan Jonghyun menahannya.
“eomma, cukup, jangan seperti ini, mari kita bicarakan hal lain”
Jonghyun menuntun eomma untuk duduk di sofa. Dan mengajaknya bicara tentang hal lain.
~~~
Acara pernikahan Jonghyun dan Hyerin berlangsung sangat cepat, hanya
dihadiri kerabat beserta sahabatnya. Minhyuk juga hadir dalam acara
special ini. Semua orang yang hadir memang tidak menyangka bahwa mereka
akan menikah. Bagi Minhyuk hal ini memang menyakitkan untuk dilihat.
Tapi, hal yang paling istimewa adalah melihat Hyerin mengenakan gaun
putih yang menambah kecantikannya. Terlihat raut wajah Jonghyun dan
Hyerin yang bahagia. Ketika Hyerin dan Jonghyun melempar bunga, ternyata
yang mendapatkan bunga itu Minhyuk. Semua orang disana tertawa melihat
ekspresi Minhyuk yang lucu setengah kaget *apacoba*.
~~~
“Hyerin..”“ne?”
“berarti saat ini, kau adalah istriku?”
“iya,”
“apakah aku bermimpi?”
“tentu tidak, kita telah melewati proses pernikahan, kau juga telah mengucapkan janji itu”
“ah ne, saranghae”
Malam itu, merupakan malam terindah bagi semua orang terutama Jonghyun dan Hyerin. Jonghyun mengecup lembut bibir Hyerin dan melanjutkan aktivitas selanjutnya *plakk jangan kepo ya reader*.
~~~
Huft.. selesai juga ni ff dalam 1 hari. Mianhae reader, emang gak
seru. Abis author juga lagi mikirin something, jadi berantakan ya?
Mianhae reader kalo ada kesalahan.Tutorial Cover
Haiiii para fans, wkwk disini saya mau ngasih tau tutorial
cover fanfiction, ya kali aja ada yang pengen belajar bikin cover gitu.
Pertama
tama buka dulu aplikasi Photoshop, saya pakenya yang CS3, terserah mau pake
yang CS4 atau CS5 juga bisa, CS 10 juga kalo ada silakhan (?) *abaikan*. Kalo
udah muncul lalu tekan CTRL+N untuk membuat new layer. Berikut ukurannya, kemudian
klik OK.
Kemudian
tekan CTRL+O dan pilih gambar untuk backgroundnya, saran saya sih jangan
terlalu ramai, malah bikin jelek. Kalau sudah akan muncul seperti ini.
Nah yang saya lingkarin itu kan ada gambar gemboknya, supaya
backgroundnya bisa dipindah pertama gemboknya di klik 2 kali lalu tekan OK,
kemudian seret background ke layer putih yang tadi. Jangan lupa layer putih
gemboknya di buka juga.
Setelah
menyesuaikan background dengan layer jangan lupa juga untuk √ setelah selesai.
Kemudian klik lagi CTRL+O, dan masukkan object artis/ulzzang yang diinginkan. Kemudian
klik rectangular yang saya lingkarin disitu.
Sesuaikan
ukuran rectangular dengan foto tersebut.
Saya menggunakan ukuran feather 50 supaya keliatan lebih soft. Sebenernya ukuran feather boleh berapa saja, tapi untuk lebih standar jadi saya pake 50. Kemudian seret Foto kedalam background
Lakukan hal yang sama pada si wanita.
Setelah itu, masukkan object foto tambahan lain sebagai penghias, contohnya seperti dibawah. Seret object ke dalam layer dan sesuaikan ukurannya, kemudian ubah opacity sesuai selera.
Hasilnya seperti ini
Tambahkan tumblr/background lainnya untuk di tumpuk seperti
ini.
Tambahkan Judul, pengarang, pembuat design.
Dannn, jeng jeng!! Jadilah cover sederhana kita ^^
Sebenarnya masih banyak variasi yang bisa kita tambahkan,
namun bagi pemula ini saja cukup rumit. Visit lagi ya nanti saya akan tambahkan tutorial yang lain. wkwk. Selamat mencoba! ^^
Langganan:
Postingan (Atom)













