Cast : Lee Jong Hyun
Lee Hye Rin
Other cast : Kang Min Hyuk
Author : Song Seun In
“Eomma?”
“Wae chagi?”
“Apa benar Hyerin saudaraku? Mengapa wajah kami sangat berbeda?”
“Tentu saja, dia kan adikmu, memangnya kenapa jika beda? Kau tau kan, sepasang anak kembar non identik, jelas sekali mereka juga memiliki wajah yang berbeda”
“Anio eomma, hanya saja..”
“Sudahlah, kau harus mempercayainya, dan kau juga harus menjaganya”
“Merepotkan”
“Jonghyun…”
“Aish.. Arasseo arasseo”
Jonghyun segera pergi mengambil sepeda dan bersiap untuk berangkat ke sekolahnya. Bersama adiknya, Hyerin, mereka berangkat bersama.
“yak! Hyerin! Bisakah kau lebih cepat? Kita akan terlambat”
“ne oppa,”
Hyerin sedang mengikat tali sepatunya yang kusut, dan ketika di ikat, tali itu semakin kusut. Hyerin mulai takut akan dimarahi oppa kesayangannya karena mengulur waktu berangkat. Jonghyun kemudian membantu Hyerin mengikat tali sepatunya. Hyerin melihat Jonghyun yang mengikat kedua tali sepatunya-pun tersenyum.
“gomawo oppa”
“kajja, ini sudah hampir bell masuk, kita harus cepat”
Jonghyun menarik tangan adiknya agar segera naik ke sepedanya. Ada sedikit rasa kesal karena Hyerin telah mengulur waktunya. Jonghyun memang tidak suka menunggu, dan dia juga tidak suka mengulur waktu. Hyerin yang mengetahui hal ini mulai berfikir keras, bagaimana cara agar kakaknya tidak memarahi Hyerin ketika sampai disekolah.
~~~
Hari ini pengumuman kelulusan akan diumumkan di SMA mereka. Jonghyun
tidak mau terlambat seperti hari yang lalu. Hyerin juga tidak mau
melewatkan acara ini di sekolah. Jonghyun ingin berangkat 45 menit
sebelum bell berbunyi *pagi amat*. Terpaksa Hyerin harus menuruti
perkataan kakaknya.“oppa, kenapa kita harus berangkat sepagi ini?”
“aku tidak mau terlambat, anggap saja ini hukuman untukmu karena kemarin membuatku terlambat masuk kelas”
“aish.. oppa! Mianhaee..”
“hahaha, matamu masih saja se sipit itu”
“oppaaaaa!”
Jonghyun mengacak rambut Hyerin dan terus meledeknya. Itulah hal yang paling Jonghyun suka, apa lagi melihat adiknya marah, menurut Jonghyun jika Hyerin sedang marah akan terlihat lebih manis. Hyerin bersandar di bahu Jonghyun, dan memejamkan matanya. Sepertinya dia masih mengantuk, karena berada di sekolah sepagi ini. Semilir angin pagi yang sejuk meniupkan wajahnya, seolah mengajaknya untuk kembali tidur. Dan akhirnya Hyerin tertidur di bahu Jonghyun, di taman sekolah.
30 minutes later…
“hoaammm..”
“kau sudah bangun?”
“ne oppa, gomawo telah meminjamkan bahumu untukku”
“oppa? Hahaha, aku bukan oppa-mu?”
“hee??”
Hyerin memakai kacamatanya dan membulatkan matanya pada orang di sampingnya.
“yak! Minhyuk-ssi!”
“ne, waeyo?? Oppa mu sedang ke toilet, jadi aku disuruh menggantikannya sebentar”
“aish.. berapa lama?”
“sekitar 10 menit yang lalu”
Hyerin berdiri dan berjalan menuju toilet. Minhyuk mengikuti Hyerin di belakang, dan berusaha mengatakan sesuatu, tapi Hyerin tidak peduli. Yang ada di otaknya adalah “dimana oppa”. Hyerin memang tidak bisa berjauhan dengan kakaknya, setiap kali mereka berjauhan, Hyerin merasa akan ada bencana yang menimpanya *janganlebaydeh :D*.
“minhyuk, coba kau masuk ke toilet, lihat di dalam ada oppa tidak”
“baiklah”
Minhyuk memang sangat mencintai Hyerin, tapi dia tidak bisa mengatakan hal ini. Entah apa yang membuat Minhyuk sulit mengungkapkan perasaannya, jadi Minhyuk hanya bisa menuruti kemauan Hyerin dan membuat Hyerin senang.
“tidak ada”
“aish, oppaa dimana kauu”
Hyerin berjalan menyusuri lorong kelas, matanya selalu memandang setiap sudut tempat. Tapi dia tak melihat kakaknya juga. Hyerin kembali ke bangku taman dan duduk disana. Terlihat mata Hyerin sudah berawan, Minhyuk duduk di samping Hyerin dan mengelus rambut Hyerin. Hyerin menyandarkan kepalanya di bahu Minhyuk
“sudahlah, oppa mu pasti kembali lagi, dia tidak akan hilang”
“entahlah Minhyuk.. aku selalu merasa takut jika tidak ada oppa”
“takut?”
“ne, aku memang tidak bisa lepas darinya sejak kecil”
“ooh.. apa karena kalian kembar?”
“molla, aku sendiri masih bingung, mengapa wajahku tidak mirip dengan oppa”
“itukan karena kalian non identik”
“lalu, sekarang oppa dimana? Aku ingin bersama oppa..”
Seseorang mencium pipi kanan Hyerin, dan membuat Hyerin terkejut. Ketika dia membalikkan badannya,
“oppaaa!!”
Hyerin kemudian berdiri dan langsung memeluk kakaknya. Minhyuk tersenyum melihatnya, ini adalah pemandangan yang indah di mata Minhyuk. Minhyuk akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua.
“kau kemana saja oppa, aku mencarimu di setiap sudut tempat”
“oppa tadi pergi sebentar”
“kemana?”
“jangan mulai kepo lagi..”
Jonghyun mencubit pipi adik kesayangannya itu sampai merah. Hyerin hanya tersenyum dan tersipu malu. Jonghyun berusaha melepas pelukan Hyerin, tapi Hyerin tidak melepaskannya.
“yak, Hyerin-ah, 5 menit lagi akan dimulai”
“oh ne oppa, mianhae aku lupa, hehe”
~~~
“oppa, kau mau kuliah dimana?”“di Amerika”
“aku ikut ne?”
“andwe, kau kuliah di sini saja”
“oppaaa! Please..”
“biayanya mahal chagi, oppa saja mengumpulkan uang sendiri sejak SMP, oppa tidak mau merepotkan eomma dan appa”
“aku dapat ini kok”
Hyerin menunjukkan selembar surat, yang berisi tentang beasiswa kuliah di Amerika. Jonghyun tersenyum melihat surat itu,
“kau memang cerdas”
“bagaimana? Aku hanya tinggal meminta tanda tangan eomma”
Jonghyun menganggukkan kepalanya, tanda setuju sudah ia dapatkan dari kakaknya. Kini hanya tinggal meminta persetujuan dari orang tuanya.
~~~
A moment later.. (@Amerika)Hyerin membanting tubuhnya diatas kasur tanpa melepas sepatunya. Tubuhnya terasa sangat lelah. Akhir akhir ini Hyerin memang selalu telat tidur untuk menyelesaikan skripsinya. Jonghyun melepaskan sepatu adiknya dan mengelitik telapak kaki adiknya. Hal ini spontan membuat Hyerin tertawa geli. Jonghyun ikut tertawa melihat adiknya seperti itu,
“oppa kan sudah bilang, sebelum tidur, kau harus melepaskan sepatumu”
“ne oppa, lain kali aku akan mengingatnya”
“jadi selama ini kau tidak mengingat perkataan oppa”
“tidak”
Hyerin tertawa kembali melihat ekspresi wajah Jonghyun yang sedikit kesal. Jonghyun mencium pipi Hyerin dan meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Hyerin. Hyerin terdiam dan berusaha menahan tawa.
“oppa, aku lapar”
“nado, oppa juga lapar, kajja kita beli makanan”
“beli apa?”
“apa saja yang kau mau, oppa belikan”
“jinjja??”
“ne, oppa baru saja mendapat bayaran setelah bermain gitar di kampus”
“hanya dengan itu oppa bisa mendapat uang?”
“ne, oppa kan asisten dosen :p”
“aishh.. jangan pamer, akan ku buktikan, aku juga bisa, kajja kita beli makanan oppa, perutku merasa semakin lapar”
Jonghyun mencubit pipi adiknya, dan berjalan keluar. Hyerin merapikan kemejanya dan merangkul tangan Jonghyun. Jonghyun hanya tersenyum. Sepanjang jalan, mereka berbincang bincang mesra, layaknya sepasang kekasih. Beberapa orang tersenyum melihat mereka. Namun Jonghyun mengabaikan orang –orang itu. Dia tetap menganggap Hyerin adalah adiknya, meskipun sampai saat ini dia masih belum percaya. Karena tak ada bukti yang pernah ditunjukkan eommanya.
Bahu Jonghyun bersinggungan dengan seorang lelaki yang tak asing di matanya. Pria itu tersenyum pada Jonghyun.
“Minhyuk?”
Minhyuk mengangguk cepat, dan melirik seseorang disamping Jonghyun. Hyerin tidak melihat Minhyuk dan pandangannya tetap ke depan. Jonghyun menarik tangan Hyerin dan merangkul Minhyuk.
“kalian ini kenapa?”
Tak ada jawaban keluar dari bibir mereka berdua. Minhyuk hanya menggelengkan kepalanya. Jonghyun semakin penasaran, dia mengelitik pinggang adiknya,
“katakan pada oppa”
Hyerin hanya menggelengkan kepalanya. Jonghyun mulai kesal dan pergi meninggalkan mereka berdua. Hyerin segera menyusul langkah kakaknya.
~~~
“oppa jangan marah..”“mm..”
“oppaaaaaa!”
“wae?”
“jangan marah”
“mm.. ceritakan pada oppa”
“jadi waktu itu..”
~Flashback On~
“Hyerin, malam ini kau sibuk tidak?”
“tidak, ada apa?”
“nanti malam aku menjemputmu, kita makan malam bersama ya”
“baiklah”
A moment later
Hyerin naik ke motor Minhyuk dan meletakkan kedua tangannya di pinggang Minhyuk. Minhyuk tersenyum bahagia, Minhyuk semakin percaya diri berada di dekat Hyerin.
Sesampainya mereka di sebuah restoran cepat saji, Minhyuk menggandeng tangan Hyerin dan mengajaknya ke tempat yang sudah ia pesan. Di tengah danau, di kelilingi lilin diatas air. Lampu yang remang remang menambah suasana semakin romantis.
“kajja kita makan”
“ne, gomawo minhyuk-ssi”
Minhyuk mengangguk, wajahnya yg aegyo membuat Hyerin mencubit pipi Minhyuk. Minhyuk sedikit memalingkan wajahnya dan berkata “yes”. Hyerin tertawa kecil melihat tingkah minhyuk yang sedikit aneh. Usai makan, Minhyuk menyanyikan sebuah lagu diiringi dengan petikan gitar yang dia mainkan *emang bisa? :p*. Hyerin memandang wajah Minhyuk, dia merasa Minhyuk semakin tampan jika sedang begini *gubrakk*.
Minhyuk memegang kedua tangan Hyerin dengan lembut,
“saranghae”
“mwo?”
“ne, sebenarnya aku sudah lama mencintaimu, tapi baru sekarang aku berani mengungkapkannya, mianhae”
“oh.. gwenchana minhyuk-ssi”
“maukah kau menjadi yeojachinguku?”
“hee? Aku harus menjawabnya sekarang?”
“tentu saja”
“hmm.. mianhae, eomma tidak mengizinkanku untuk berpacaran, mianhae”
Hyerin pergi meninggalkan Minhyuk, Hyerin mulai terisak sampai rumah. Saat itu Jonghyun sedang berada di luar kota bersama kedua orang tuanya. Hyerin merasa bersalah mengatakan hal itu pada Minhyuk. Dan mulai sejak itu Hyerin selalu menghindar dari Minhyuk karena rasa bersalahnya.
~Flashback Off~
“ooh jadi begitu, hahaha”
Jonghyun mulai tertawa mendengar cerita adiknya, sedangkan Hyerin hanya tersenyum malu. Hyerin menggaruk garuk kepalanya yang tidak terasa gatal. Entah hal apa yang membuat Hyerin selalu menutup cerita ini dari semua orang.
“Hyerin, kau tau, kau telah menyakiti perasaan seorang pria, itu tidak baik”
“tapi eomma melarangku”
“aish.. eomma selalu saja, dia juga melarangku berpacaran”
“…”
“kenapa kau diam?”
“…”
“oh iya, satu minggu lagi oppa wisuda, bagaimana denganmu?”
“aku masih 3 minggu lagi oppa, mengapa kau bisa selesai se cepat itu?”
“oppa kan pinter :p”
“aish! Oppaaaa!!”
~~~
“yeobboseo?”“ne, wae eomma?”
“hari ini kalian akan kembali ke Seoul kan?”
“ne, sekitar 1 jam lagi, ada apa?”
“ada hal yang ingin eomma bicarakan dengan kalian berdua, segera pulang kerumah jika sudah di Seoul, jangan pergi kemanapun, arasseo?”
“ne arasseo eomma”
~~~
“hyerin, sepertinya ada sebuah hal telah terjadi di rumah, kita harus cepat pulang, kajja”“ne oppa”
Jonghyun dan Hyerin telah sampai di bandara Incheon, mereka segera naik taxi untuk pulang kerumah. Wajah jonghyun sedikit pucat karena cemas. Hyerin hanya sibuk memainkan handphonenya berusaha menghilangkan perasaan buruk yang ada di lubuk hatinya sekarang.
“oppa?”
“ne?”
“sebenarnya ada apa?”
“oppa juga tidak tau”
Jonghyun memberikan uang pada supir taxi dan segera masuk kedalam rumah. Hyerin juga ikut berlari kedalam menyusul Jonghyun.
“Eomma ada apa?”
Jonghyun dan Hyerin serentak berkata bersamaan, mereka saling memandang sejenak dan kembali menatap eomma.
“appa saat ini sedang sakit, sepertinya kalian sudah cukup untuk mengetahui ini. Appa kalian ingin kalian berdua menikah”
“mwo?? Andwe eomma, oppa adalah kakakku, marga kami juga sama, andwee!”
“mengetahui apa eomma?”-jawab Jonghyun lembut
“begini, sebaiknya kalian mandi lalu sarapan, eomma akan menjelaskan nanti”
“andwe eomma, jelaskan sekarang”-jonghyun memegang telapak tangan eommanya
Eomma mengelus pipi Hyerin sambil meneteskan air matanya, eomma menghapus air mata Hyerin. Hyerin memegang tangan eomma,
“eomma, katakana padaku, aku dan oppa harus mengetahui apa?”
“hyerin.. mianhae, mianhae”-eomma terisak
“eomma..”
“sebenarnya kau bukan anak kandung eomma dan appa” *jdeer,gubrak,plak,plak* #author berisik di getok novita
“lalu aku anak siapa? Mengapa aku bisa tinggal bersama kalian?” *anak ilang* *plakk
“saat kau masih kecil, ibumu menitipkanmu pada eomma, awalnya eomma kira hanya sebentar, tapi kemudian ibumu tidak kembali lagi selama bertahun tahun. Eomma akhirnya mengangkatmu sebagai anak” *ngenes
“jadi? Hyerin bukan adikku? Dan kami bukan anak kembar?”
“bukan chagi..”
Eomma memeluk Jonghyun dan Hyerin, ia menyesal baru mengatakan hal ini sekarang, disaat mereka sudah sangat dekat. Jelas sekali Hyerin sangat terpukul atas semua penjelasan eomma.
“tapi eomma mohon, maafkan eomma, dan turuti permintaan appa”
Jonghyun memegang tangan Hyerin, mencium sekilas bibir Hyerin dan membisikan sebuah hal di telinga Hyerin.
“would you marry me?”
Hyerin mulai menghapus air matanya, menghapus air mata eomma. Dia tidak ingin ada kesedihan lagi disini. Dia tidak mau melihat eomma menangis.
“eomma, aku akan menikah dengan Jonghyun”
“jinjja? Kau benar benar mau?”
“ne eomma”
“gomawo, gomawo Hyerin, gomawo”
Eomma hendak berlutut di hadapan Hyerin. Namun, Hyerin dan Jonghyun menahannya.
“eomma, cukup, jangan seperti ini, mari kita bicarakan hal lain”
Jonghyun menuntun eomma untuk duduk di sofa. Dan mengajaknya bicara tentang hal lain.
~~~
Acara pernikahan Jonghyun dan Hyerin berlangsung sangat cepat, hanya
dihadiri kerabat beserta sahabatnya. Minhyuk juga hadir dalam acara
special ini. Semua orang yang hadir memang tidak menyangka bahwa mereka
akan menikah. Bagi Minhyuk hal ini memang menyakitkan untuk dilihat.
Tapi, hal yang paling istimewa adalah melihat Hyerin mengenakan gaun
putih yang menambah kecantikannya. Terlihat raut wajah Jonghyun dan
Hyerin yang bahagia. Ketika Hyerin dan Jonghyun melempar bunga, ternyata
yang mendapatkan bunga itu Minhyuk. Semua orang disana tertawa melihat
ekspresi Minhyuk yang lucu setengah kaget *apacoba*.
~~~
“Hyerin..”“ne?”
“berarti saat ini, kau adalah istriku?”
“iya,”
“apakah aku bermimpi?”
“tentu tidak, kita telah melewati proses pernikahan, kau juga telah mengucapkan janji itu”
“ah ne, saranghae”
Malam itu, merupakan malam terindah bagi semua orang terutama Jonghyun dan Hyerin. Jonghyun mengecup lembut bibir Hyerin dan melanjutkan aktivitas selanjutnya *plakk jangan kepo ya reader*.
~~~
Huft.. selesai juga ni ff dalam 1 hari. Mianhae reader, emang gak
seru. Abis author juga lagi mikirin something, jadi berantakan ya?
Mianhae reader kalo ada kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar