Senin, 27 Januari 2014

My Boyfriend is…

Genre                   : fun, AU
Length                  : one shoot
Cast                       :
  •   Kang Min hyuk                         
  •   Park Ri rin
  •   Lee Jong hyun
Other cast           :  Song Seun In  (Author)

Menyukai 2 orang laki – laki memang masuk akal untuk seorang wanita, tapi jika menjadikan 2 orang itu sebagai kekasih sekaligus apakah wajar untuk seorang wanita? Oia! Dalam percakapan ini, anggep aja mereka berbahasa china, soalnya author males ngartiin bahasanya -_-v
~~~
Tok! Tok! Tok!
Terlihat seorang gadis cantik berjalan menuruni tangga rumahnya, kali ini dia mengenakan kemeja merah dengan celana jeans disertai sepatu highheels merahnya membuat penampilannya tampak beda dari biasanya.

“Ri rin, kau sudah menyiapkan semua barang – barangmu?”
“Sudah”
“Kau yakin tidak ada yang tertinggal?”
“Tidak Eomma sayaang”
Dahi Ri rin sudah tampak mengkerut, pertanda bahwa dirinya sudah bosan dan lelah membawa koper besar dari kamarnya.
“Baiklah, kajja kita pergi ke bandara, appa mu sudah menunggu di Seoul,”
“Eomma, berapa lama kita tinggal di sana?”
“Mungkin kita akan menetap disana chagi,”
“Mwo??! Lalu bagaimana dengan kuliahku?”
“Kau akan kuliah di sana”
“Hhh..”
Ri rin meninggalkan rumahnya dengan langkah yang berat, sesekali dia melirik ke tangga rumahnya dan bergumam dalam hati ‘andai aku bisa membawa rumah ini ke Seoul’. *bawa aja kalo bisa :p
~~~
@Bandara Incheon
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan di pesawat, akhirnya Ri rin tiba di bandara Incheon. Kesan pertama yang dia dapat di Negara yang baru pertama kali dijamahnnya adalah “Disini sejuk”. Meskipun Appa Ri rin adalah warga asli Korea Selatan, tetapi sejak kecil dia tidak pernah mendatangi Negara tempat Appanya tinggal. Ri rin menghirup udara sekitar dan menghembuskannya dengan sebuah senyuman. Eomma merasa bahwa anak tunggalnya itu akan merasa senang tinggal disini, karena disini tidak terlalu dingin seperti di China.
Terlihat sebuah tangan melambai dari pintu masuk, sepertinya itu asisten Appa. Ri rin segera menghampiri orang tersebut dan meninggalkan Eomma-nya berjalan sendirian *kesian amat*. Yap, benar, itu adalah asisten Appa Ri rin yang ditugaskan untuk menjemput anak dan istrinya yang baru tiba dari China.
“izinkan saya yang membawa barang anda”
Ri rin memberikan koper besarnya dan juga sebuah tas kecil yang berisi kosmetik. Nampaknya wajah asisten itu berubah menjadi sedikit aneh *keberatan mungkin ye*. Ri rin hanya tertawa kecil melihat asisten Appanya itu. Eomma hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Mereka mulai memasuki mobil mewah, dan pergi ke rumah barunya di Seoul. Sepanjang jalan, Ri rin hanya memandangi gedung gedung yang menjulang tinggi di Seoul serta Mall besar yang ada di sekitar jalan itu *norak ye #digampar novita.
“Eomma, aku akan kuliah di mana?”
“Tentu saja di kampus”
“-_- maksudku nama Universitasnya”
“hmm.. mungkin di Universitas xxxxx” #kode dirahasiakan, hanya author yg tau (?)
“apakan itu bagus?”
“tentu saja, kau akan mendapatkan teman yang baik dan cerdas disana”
“apakah eomma yakin dan bisa menjamin kebahagiaan untukku?”
“hm.. eomma yakin dan eomma jamin kau akan bahagia disini”
“baiklah”
~~~
Hari pertama Ri rin bersekolah di kampus itu, dia hanya merasakan kesepian luar biasa karena tidak ada 1 pun manusia yang dia kenal disini #plakk. Dia mampu mengikuti pelajaran di kampus itu meskipun jika ditanya menggunakan bahasa korea, aksennya masih kurang bagus dan cara pengucapan yang salah. Mahasiswa di kelas itu memakluminya karena dia bukan warga Korea Selatan. Ketika istirahat dia hanya duduk sendirian di kelas sambil mempelajari buku panduan bahasa korea miliknya.
“Annyeong..”
Seorang wanita menghampirinya, duduk di sampinya dengan senyuman yang terpasang manis di wajahnya. Ri rin membalas senyumannya dan berharap wanita ini akan menjadi teman pertamanya di kampus.
“Annyeong J”
“Boleh aku tau siapa namamu?”
“aku? Park Ri rin”
“ooh.. kkk~ lucu ya, kau warga China tapi namamu bermarga Korea”
“hmm.. Appa ku adalah warga asli korea selatan, jadi namaku menggunakan marga Korea”
“ooh jeosonghamnida, aku tidak tau”
“ne, gwe-gwen-gwenchanaeyo”
“kkk~ tidak usah dipaksakan jika kau belum lancer menggunakan aksen korea, aku akan menyesuaikan bahasamu”
“tapi, aksen China-mu bagus”
“hohoho, aku kan belajar”
“tunggu dulu, namamu siapa? Dari tadi kita berbincang tapi aku tidak tau namamu”
“Song Seun In”
“aku bisa memanggilmu Seun in?”
“ya tentu, hey!!!”
Seun in memanggil seorang laki – laki tampan yang membuat pipi Ri rin semakin memerah ketika dihampiri lelaki itu.
“mwoya?”
“kenalkan, ini mahasiswa baru disini, namanya Park Ri rin”
“oh ne, Annyeong Ri rin, aku Minhyuk”
Minhyuk mengulurkan tangan kanannya dan berharap Ri rin membalasnya. Ri rin mencoba menatap mata lelaki itu, dia tersenyum, Ri rin pun memberikan senyuman termanisnya pada lelaki ini, dan menjabat tangannya. Tangannya yang halus seperti kain sutra (?) wajahnya yang tampan, membuat Ri rin terpesona pada lelaki itu.
“annyeong, Ri rin imnida”
Mereka saling menatap mata tanpa melepas jabatannya, sampai..
“ehm,”
Deheman Seun in membuat jabatan mereka terlepas *rusuh dah*. Seun in tertawa terbahak bahak disana. Minhyuk hanya menggaruk belakang lehernya meskipun tidak terasa gatal, dia hanya merasakan rasa malu yang tak tertahankan. Begitupun dengan Ri rin, dia hanya tertawa kecil melihat Seun in.
“matamu sipit sekali ya? Sama sepertiku”
“hehee.. memang kau ada keturunan Chinese?”
“tidak, hehe”
“huh kupikir ada”
Seun in melihat Minhyuk dan Ri rin berbincang merasa bahwa dirinya akan mengganggu kedekatan mereka saat ini.
“umm.. Minhyuk-ssi, Ri rin-ah aku pergi dulu ne, Donghae sudah menungguku di kantin, paii”
“oh baiklah”
Minhyuk duduk di samping Ri rin, dan bertanya tanya seputar kehidupan Ri rin.
“kenapa kau pindah ke korea?”
“Appa-ku kan kerja disini, nah aku dan ibuku diminta tinggal disini juga, sebenarnya aku juga tidak mau sih meninggalkan rumahku yang di China, terlalu banyak kenangan indah disana, dan juga..” Ri rin melanjutkan terus ceritanya.
Sementara Ri rin bercerita, Minhyuk hanya memandangi wajah cantik Ri rin yang membuatnya terpikat dan  menginginkan Ri rin menjadi yeojachingunya. Apa daya, tak ada nyali untuk mengatakan persoalan itu. Ri rin yang menyadari bahwa sedari tadi Minhyuk hanya memperhatikannya pun bertanya,
“kau itu mendengarkan ceritaku atau tidak”
“aku menyukaimu”
“mwo?!”
Jawaban Minhyuk yang SANGAT MENYIMPANG dari pertanyaannya membuat mata Ri rin terbelalak. Sejak kapan Minhyuk menyukainya? Bukankah dia baru mengenal Ri rin?
“mianhae, aku memang menyukaimu sejak pertama aku melihat matamu”
“memangnya dimataku ada apa?” #ada bintang laut
“molla, aku tiba tiba menyukaimu”
“lalu kau mau apa?”
“hmm.. kau menyukaiku tidak?”
“aish.. pertanyaan macam apa ini”
Ri rin mulai mengalihkan sedikit wajahnya yang memerah, dan berharap Minhyuk memahami apa yang dia rasa.
“hey katakan saja, kau menyukaiku kan?”
“jika iya kenapa? Jika tidak kenapa?”
“um.. jika iya, mau kah kau menjadi yeojachinguku?”
“mwo??”
“apakah aku harus mengulanginya menggunakan speaker di kantor?”
“anioo!!”
“baik, kalau begitu jawablah J”
Ri rin berfikir sejenak, Minhyuk adalah orang kedua yang baru dikenalnya di kampus ini, tapi Ri rin juga tidak bisa membohongi prasaannya. Dia juga menginginkan Minhyuk menjadi namjachingunya.
“ne”
“apaan ne. jawablah dengan sungguh sungguh”
“lalu bagaimana aku harus mengucapkannya”
“kau pikirkan sendiri”
“hmm.. aku mau”
“yess!!!”
Minhyuk melompat lompat kegirangan di hadapan Ri rin. Ri rin tertawa melihat kelakuan namjachingu barunya itu. Dan mulai sejak itu mereka sering kencan malam bersama.
~~~
#Six month later
Malam ini Ri rin pergi makan malam diluar, karena eomma dan appanya sedang pergi keluar kota. Ri rin tergesa gesa pergi ke kedai Ramen langganannya itu, dia takut ramen disana sudah habis diserbu ramen lovers (?). Untunglah sesampainya disana ramen masih tersedia untukknya.
“Annyeong Ri rin-ah”
“annyeong, aku pesan ramen specialnya 1 ya”
“siap! Dimana Minhyuk?”
“hari ini dia kuliah malam”
“ooh begitu ya”
Sembari menunggu ramen, Ri rin memperhatikan sekitarnya, begitu ramai pelanggan disini.
“noona, apa tidak ada tempat duduk kosong disini? Jika sudah penuh, ramenku dibungkus saja”
“hmm.. ada kok, di pojok sana”
Noona itu menunjuk sebuah meja dengan 2 kursi, dan 1 kursinya sudah ditempati seorang laki laki yang tak asing dimatanya.
“tapi disana sudah ada yang menempatinya noona, apa boleh aku duduk di hadapannya?”
“tentu saja cantik, kau boleh duduk disana, dia tidak akan memarahi wanita cantik sepertimu”
“aish.. baiklah”
“ini ramenmu”
“gomawo”
“cheonmann, taruh saja uangnya di bawah mangkukmu ya, seperti biasa”
“ne”
Ri rin pergi menduduki bangku kosong itu (?). Dan memakan ramennya dengan lahap. Tiba-tiba pria itu tertawa kecil dihadapannya. Sambil mengunyah ramen itu Ri rin bertanya,
“wae?”
“anio, anio, hanya saja cara makanmu lucu”
“hm? Kenapa?”
“kau cantik, tapi lihat ini”
Pria itu mengambil tissue dan mengelap pinggir bibir Ri rin yang penuh dengan kuah ramen. Ri rin terkejut dan kemudian menatap pria itu. Dan ternyata dia adalah..
“kau bukannya Jong.. hmm.. jong.. jong siapa??”
“jonghyun..”
“ah ne!! itu maksudku”
“hahaha dasaar”
Jonghyun menjitak kecil dahi Ri rin, “aduuh” tapi Ri rin terus melanjutkan memakan makanannya, dan itu membuat Jonghyun tertawa geli melihatnya. Entah apa yang ada di benak Jonghyun, dia selalu nyaman berada di dekat teman wanitannya ini. Jonghyun memandang wajah Ri rin lebih dalam, dan akhirnya itu pun disadari oleh Ri rin.
“yak! Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“hmm.. kau cantik, hihi”
“aish..”
“memang benar kok, jika kau tak percaya kau bisa bertanya pada seluruh mahasiswa di kampus, atau perlu aku tanyakan pada seluruh pelanggan disini?”
“ets jangaaan, baiklah aku percaya, tapi semua orang bilang mataku terlalu sipit untuk wanita korea”
“kau jangan dengarkan kata orang, kau memang sipit, tapi kau tetap cantik”
“sudah2..”
Ri rin tak bisa menahan senyuman di bibirnya, dia tampak malu atas perlakuan Jonghyun padanya. Usai memakan makanannya dia langsung pulang.
“paii jong oppa”
“mwo??! Oppa?!! Awas kau Ri rin!!”
“weee :p”
Ri rin berjalan dari perempatan kedai itu ke rumahnya, jaraknya tidak terlalu jauh jika melewati jalan pintas. Memang jalan pintas itu cukup menyeramkan, membuat bulu kuduk di tubuh Ri rin ikut berdiri. Tiba-tiba ada sekumpulan preman mabuk yang mendekatinya, Ri rin mempercepat langkahnya. Tapi preman – preman itu menjegat dan menggoda Ri rin.
“gadis cantik, malam – malam sendirian, gak takut apa” preman itu mencolek dagu Ri rin
“Cih! Minggir! Aku mau pulang!” Ri rin berusaha lari dari kerumunan preman preman itu
“ets, cantik – cantik galak bener, jangan gitu lah, ada uang gak?”
“ani!!”
“jangan bohong!!”
Salah satu preman itu mengarahkan senjata tajam ke leher Ri rin, dan berhasil membuat Ri rin ketakutan. Ri rin berusaha mencari cara untuk keluar dari kerumunan preman itu, namun tidak ada celah sedikitpun untuk kabur. Ri rin ingin mengubungi Minhyuk agar segera menolongnya, tapi tiba – tiba..
BUUGH!!
Sebuah pukulan mendarat di wajah salah satu preman itu.
BUUGH!! BUGH!! BUUGH!!
“untuk apa kalian menggoda wanita, lebih baik kalian pergi atau kalian akan habis disini”
Kedatangan pria itu membuat Ri rin merasa lega, dengan tampang kesal preman itu pergi. Ri rin mendekati pria tersebut, mencoba melihat wajahnya yang tertutup topi. Pria itupun melepaskan topinya.
“Jonghyun?” kata Ri rin tak percaya dan langsung memeluk Jonghyun #di gigit Minhyuk
“sudahlah, preman itu juga sudah pergi. Makanya kalo pergi keluar rumah jangan sendirian, sudah tdk usah khawatir,”
“aku takut”
“ada aku, sudah jangan cengeng”
“kau ini menyebalkan!”
Ri rin hendak memukul dada bidang Jonghyun, namun Jonghyun menahan pukulan itu dengan tangannya, Jonghyun memberikan tatapan yang begitu dalam pada Ri rin. Tatapan itu membuat hati Ri rin ikut bergetar. Apa yang Ri rin rasa, sama seperti saat dia bertemu dengan Minhyuk. ‘kenapa aku jadi gugup’ gumamnya dalam hati.
“saranghae”
Sebuah kata singkat terlontar dari bibir pria bidang itu, entah apa yang Ri rin rasa sehingga dia mengucapkan kata yang sama.
“nado saranghae”
Jonghyun berlutut di hadapan Ri rin dan menggigit sebuah mawar yang sedari tadi dia pegang. Jonghyun memegang kedua tangan Ri rin yang lembut, memberikan secarik kertas yang berisikan “maukah kau menjadi yeojachinguku?”. Ri rin membulatkan matanya, mengucek dan sekali lagi membulatkan matanya yang sipit itu. Dia seakan tak percaya apa yang terjadi.
“aku mau”
Jawaban yang singkat tanpa harus dipikirkan resikonya. Saat ini dia mempunyai 2 namjachingu yang kuliah 1 kampus dengannya. Dia harus mulai hati – hati agar mereka berdua tidak saling mengetahui bahwa yeojachingu mereka itu orang yang sama.
~~~
“aku lapar”
“yasudah sekarang makan saja,”
“kau ikut juga ya?”
“hmm.. baiklah”
Minhyuk dan Ri rin pergi ke Restoran favorit mereka bersama setelah usai kuliah. Hari ini mereka kuliah malam dan baru pulang jam 8 malam. Pelajaran yang dipelajari di kampus membuat perut Minhyuk keroncongan dan ingin segera menyantap makanan.
Sesampainya disana, mereka langsung menempati tempat duduk yang tersedia. Dan seorang waiters menghampirinya.
“selamat malam, anda ingin pesan apa?”
Minhyuk mulai memilih makanan yang akan di pesannya, sementara itu Ri rin melirik ke arah pintu masuk. Tak sengaja dia melihat Jonghyun berada di sini, dan melambaikan tangannya pada Ri rin. Keringat dingin mulai mengucur dari leher Ri rin. Ri rin membalas lambaian tangan Jonghyun dengan pelan.
“kau mau pesan apa chagi?”
“samakan saja denganmu,”
Melihat Jonghyun yang tampak akan menghampirinya, Ri rin langsung mencari alasan untuk meninggalkan Minhyuk sebentar.
“aku mau ke toilet dulu ya”
“ya”
Perasaan curiga dan tanda tanya mulai menghujani pikiran Minhyuk. Biasanya Ri rin tidak mau pergi ke toilet di restoran ini, karena tidak ada tissue toiletnya. Sementara itu, Ri rin menghampiri Jonghyun dan menarik Jonghyun keluar dari restoran.
“kau sedang apa disini?” Tanya Jonghyun penasaran
“harusnya aku yang tanya, kenapa kau disini?”
“aku kan bekerja disini”
Mendengar jawaban Jonghyun, Ri rin menjadi lemas. Saat ini kedua namjachingunya berada di tempat yang sama, bahkan mereka sangat dekat.
“pria itu siapa?”
“umm.. dia, dia temanku”
“temanmu? Dalam rangka apa kau kemari bersama pria lain?”
“umm… dia ulang tahun, jadi aku di traktir”
“ohh..”
“chagi makanannya sudah da-“ perkataan Minhyuk menggantung
“dia siapa?!” tanya kedua pria itu bersamaan
Ri rin hanya diam terpaku, entah jawaban apa yang harus dia berikan. Ri rin takut kedua pria ini memutuskan hubungan bersamanya. Seorang wanita menghampirinya langsung berbisik di telinga kanan Ri rin.
“hey, rupanya kedua namjachingumu saling bertemu ya, kkk~”
“yak! Seun in! berhenti menggodaku”
“mwo? Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya”
“jangan keras keras!” Ri rin membulatkan matanya, dan Seun in pun tidak merasakan rasa takut yang sedang di alami sahabatnya
“lebih baik kau jujur saja”
“bagaimana jika mereka memutuskan hubungan bersamaan?? Itu akan terasa sangat sakit”
“hmm.. aku yang bicara”
“andwe!!”
“yak! Ri rin-ah! Sebenarnya dia siapa?” Minhyuk membulatkan matanya dan melirik Jonghyun dengan tatapan serigala (?)
“dia, namjachinguku” kata Ri rin lemas
“mwo? Berarti dia juga namjachingumu?” tanya Jonghyun sambil menunjuk hidung Minhyuk
“ne, mianhae”
Sementara itu Seun in tertawa terbahak bahak di hadapan mereka bertiga, membuat Jonghyun dan Minhyuk memberikan tatapan aneh pada wanita itu #plakk.
“lalu bagaimana? Apakah kalian akan memutuskan hubungan denganku?”
“tidak” jawab kedua pria itu bersamaan
“hhh.. lalu aku harus bagaimana?”
“aku tidak tau” jawab Minhyuk  sambil memainkan jemarinya
“aku juga” jawab Jonghyun
“yak! Seun in! berhentilah tertawa! Bantu aku mencari jawaban”
“yasudah, kau bagi saja kencannyaa!! Hanya itu yang bisa kuberikan”
“maksudmu?” tanya mereka bertiga serentak
“iye, jadi senin, selasa, rabu jatah Minhyuk, kamis, jum’at, sabtu jatah Jonghyun”
“lalu minggunya?” tanya Minhyuk penuh harap
“minggu mah hari libur nasional, jadi gak ada kencan :D”
“aish..”
“mau tidak? Kalau tidak mendingan kalian akhiri hubungan kalian sampai disini,” *trus nanti author bawa pulan deh Jonghyunnya #digaplok novita
“baiklah” jawaban yang singkat terlontar dari bibir kedua pria itu.
Mulai saat itu, waktu kencan mereka berjalan dengan lancar. Sesekali Minhyuk menjadi pembantu ketika Jonghyun dan Ri rin sedang berkencan (?). Begitupun dengan Jonghyun ketika Minhyuk dan Ri rin sedang berkencan.
~~~
Hah udahlah keabisan ide, ancur se ancur ancurnya dah ff kali ini, mian reader, lagi bener bener gak ada ide nih. Gara2 donghae mau dateng ke Jakarta tapi author gak di izinin sama eomma, kan jadi sebel, padahal GRATIS loh ke lotte martnya, udah gitu kan author gatau jalan kesananya *curcol*
Sekali lagi mianhae reader :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar